Balikpapan (Bimas Hindu) — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Semuel, S.Ag., memberikan Dharma Wacana pada rangkaian Upacara Suci Pujawali di Pura Hyang Guru, Kota Balikpapan, yang bertepatan dengan Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7/2026).
Momen suci ini menjadi wadah silaturahmi yang kental, dihadiri oleh jajaran pimpinan lembaga keagamaan Hindu di Kalimantan Timur. Tampak hadir Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Timur I Made Subamia, Perwakilan WHDI Provinsi Kaltim Desak Ketut Purnamayati, Ketua PHDI Kota Balikpapan I Nengah Kayun Widiantara, serta jajaran pengurus Peradah, KMHDI, dan lembaga-lembaga keagamaan lain yang turut bergotong-royong menyukseskan pelaksanaan Pujawali.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kota Balikpapan, I Nengah Kayun Widiantara, secara khusus menyambut kedatangan Semuel yang baru pertama kali mengunjungi Pura Hyang Guru semenjak dilantik sebagai Pembimas Hindu Kaltim pada 14 Maret 2026 lalu.
Lebih lanjut, I Nengah Kayun memaparkan sejarah singkat Pura Hyang Guru yang mulai dibangun pada tahun 2019 dan diresmikan pada 2022. Pembangunan pura ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya yang harus ditanggung umat Hindu di Kaltim ketika harus memulangkan jenazah anggota keluarga ke daerah asal (seperti Bali) menggunakan pesawat.
"Berangkat dari kesadaran warga, kini di Kota Balikpapan kita sudah memiliki Pura Prajapati yang lengkap dengan fasilitas krematorium. Warga yang meninggal dapat menggunakan fasilitas tersebut. Setelah itu, Pura Hyang Guru ini berfungsi sebagai tempat ngelinggihan (menstanakan) para Atman yang nantinya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan prosesi Ngaben Massal," tutur I Nengah Kayun.
Menanggapi hal tersebut, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kaltim, Semuel, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh umat Hindu di Kalimantan Timur, khususnya warga Kota Balikpapan, atas kemandirian dan gotong-royongnya mewujudkan Pura Hyang Guru.
Ia mengajak seluruh elemen umat untuk senantiasa merawat dan menjaga keberadaan pura yang dinilai memiliki manfaat sangat besar bagi ekosistem pelayanan umat tersebut.
"Keberadaan Pura Hyang Guru ini sangat krusial sebagai tempat melinggihnya para leluhur yang telah menuju Suarga Loka. Umat Hindu di Kalimantan Timur kini tidak perlu lagi jauh-jauh pulang ke kampung asalnya untuk melaksanakan upacara Ngaben, karena semuanya sudah bisa difasilitasi dan dilaksanakan secara massal di Pura Hyang Guru Balikpapan ini," tegas Semuel.
Di akhir Dharma Wacana-nya, Pembimas Hindu mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat umat dan berharap fasilitas keagamaan yang telah terbangun ini dapat terus dioptimalkan untuk menunjang kualitas sradha, bhakti, serta kerukunan umat Hindu di Kalimantan Timur.
Kontributor: Anak Agung Gede Rada Nugraha Putra