Nyalakan Literasi Weda di Beranda Terluar, Pasraman Vuar Maabat Tanimbar Kei Gembleng Generasi Muda Pembaca Sloka

Program pembinaan melalui format Sekolah Minggu Pasraman

Maluku Tenggara (Bimas Hindu) — Keterbatasan akses geografis di kawasan kepulauan terluar tidak menyurutkan komitmen masyarakat dalam merawat kesinambungan pendidikan keagamaan. Di Pulau Tanimbar Kei, salah satu tapal batas wilayah timur Nusantara, generasi muda Hindu terus dibina untuk menguasai literasi kitab suci melalui pembelajaran sloka dan penguatan karakter berbasis dharma di Pasraman Vuar Maabat, (Minggu, 25/10/2026).

Program pembinaan rutin melalui format Sekolah Minggu Pasraman ini menyasar anak-anak usia dini hingga jenjang pelajar tingkat dasar. Melalui bimbingan pembacaan sloka Weda secara intensif, anak-anak di pulau terpencil tersebut dilatih melafalkan kidung suci dengan kaidah metrum yang tepat, sekaligus menanamkan nilai-nilai moralitas sejak belia agar memiliki fondasi spiritual yang tangguh.

Kepala Pasraman Vuar Maabat, Milang Singerubun, menegaskan bahwa keberadaan pasraman di kawasan 3T memiliki peran vital sebagai benteng pertahanan moral dan pelestarian ajaran leluhur di tengah arus modernisasi.

“Kami terus berupaya menjadikan Pasraman Vuar Maabat sebagai pusat pembinaan generasi muda Hindu agar semakin mengenal dan memahami ajaran dharma. Melalui latihan membaca sloka dan pendidikan keagamaan sejak dini, kami ingin anak-anak memiliki karakter yang berakar pada nilai-nilai agama serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bersama di tengah masyarakat,” jelas Milang Singerubun.

Lebih lanjut, Milang Singerubun menggarisbawahi bahwa kesinambungan proses belajar-mengajar di pulau terpencil sangat bergantung pada keterlibatan aktif lingkungan keluarga.

“Pelaksanaan kegiatan pendidikan di daerah kepulauan seperti ini harus ditopang penuh oleh orang tua siswa, pengurus, dan seluruh tenaga pengajar. Partisipasi dan kebersamaan umat adalah kunci utama agar program pasraman ini dapat berjalan secara berkelanjutan demi peningkatan mutu dan karakter generasi penerus kita,” tambahnya.

Dukungan nyata terhadap konsistensi pembelajaran ini diutarakan oleh salah satu perwakilan orang tua siswa, Mina Tabalubun Wanubun. Ia menilai pembekalan keagamaan sejak dini memberikan dampak nyata bagi pembentukan adab dan tata krama anak-anak di lingkungan desa.

“Sebagai orang tua, kami sangat mendukung kegiatan Sekolah Minggu di Pasraman Vuar Maabat, terutama latihan membaca sloka dan pengenalan ajaran Hindu bagi anak-anak. Pembinaan ini sangat bermanfaat untuk membentuk budi pekerti yang baik serta menumbuhkan rasa hormat anak-anak kepada orang tua dan sesama,” ungkap Mina Tabalubun Wanubun.

Mina juga berharap agar kegiatan pembinaan karakter ini terus dipertahankan secara konsisten di wilayah Tanimbar Kei.

“Kami berharap kegiatan pembelajaran seperti ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan pembinaan yang rutin dan kebersamaan yang terus terjaga, kehidupan keagamaan anak-anak dan masyarakat di Tanimbar Kei akan semakin berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Eksistensi Pasraman Vuar Maabat di Tanimbar Kei menjadi cerminan nyata dari ketahanan umat dalam merawat nyala api pendidikan keagamaan Hindu di wilayah terluar Indonesia, membuktikan bahwa tantangan batas geografis dapat diatasi melalui tekad dan kerja sama yang solid di akar rumput.

 

Kontributor: Dafet Waemese,S.H


Berita Daerah LAINNYA