Lampung Tengah (Bimas Hindu) Membangun keluarga yang harmonis tidak cukup hanya dengan mempersiapkan prosesi perkawinan. Kesiapan mental, spiritual, kesehatan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab kehidupan berumah tangga juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak sebelum perkawinan.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pembinaan calon pengantin (catin) yang digelar di Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (10/8/2026). Kegiatan berlangsung di Sekretariat Bersama PHDI Kecamatan Bandar Mataram dan diikuti dua pasangan calon pengantin dari Kampung Mataram Udik dan Kampung Mataram Jaya.
Pembinaan turut dihadiri Ketua PHDI Kecamatan Bandar Mataram I Gede Putu Dharmadi, ketua adat, serta keluarga masing-masing calon pengantin. Sejumlah pemateri dari bidang keagamaan, sosial, adat, dan kesehatan turut memberikan pembekalan sebagai bekal bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Penyuluh Agama Hindu I Wayan Johni Artadi, S.Pd., menyampaikan materi bersama Ketua PHDI Kecamatan Bandar Mataram I Gede Putu Dharmadi dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sriwijaya Mataram, Dr. Geby.
I Wayan Johni Artadi menjelaskan, pembinaan calon pengantin merupakan salah satu bentuk implementasi Program RBKS (Rumah Bersama Keluarga Sejahtera) Kabupaten Lampung Tengah.
“Pembinaan calon pengantin ini merupakan bagian dari implementasi Program RBKS Lampung Tengah. Kita ingin memastikan bahwa pasangan yang akan memasuki jenjang perkawinan tidak hanya mempersiapkan acara pernikahan, tetapi juga memiliki kesiapan mental, spiritual, kesehatan, serta pemahaman tentang tanggung jawab dalam membangun keluarga,” ujar I Wayan Johni Artadi.
Menurut I Wayan Johni Artadi, pembinaan sebelum perkawinan penting dilakukan karena keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Pembekalan yang diberikan diharapkan dapat membantu calon pengantin memahami kehidupan rumah tangga secara lebih utuh dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul.
“Harapan kami, para catin dapat menjadikan pembinaan ini sebagai bekal untuk membangun keluarga yang harmonis, bahagia, sehat, dan sejahtera. Kehadiran ketua adat dan keluarga juga sangat penting karena keberhasilan membangun keluarga tidak terlepas dari dukungan lingkungan dan keluarga besar,” tambahnya.
Dari sisi keagamaan, Ketua PHDI Kecamatan Bandar Mataram memberikan penguatan mengenai nilai-nilai agama dan kehidupan sosial umat Hindu. Calon pengantin diarahkan untuk memahami pentingnya menjalankan kehidupan berumah tangga berdasarkan ajaran Dharma.
Sementara dari aspek kesehatan, Dr. Geby dari Puskesmas Sriwijaya Mataram memberikan edukasi mengenai kesehatan calon pengantin serta pentingnya menjaga kesehatan dalam mempersiapkan kehidupan keluarga.
Aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam pembentukan keluarga yang sehat dan sejahtera. Dengan demikian, pembinaan calon pengantin tidak hanya berorientasi pada kesiapan menjalankan kehidupan keagamaan dan sosial, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan pasangan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran ketua adat dan keluarga calon pengantin menunjukkan adanya dukungan lingkungan dalam mempersiapkan pasangan muda agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik.
Melalui pembinaan tersebut, kegiatan pembekalan calon pengantin diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di Kecamatan Bandar Mataram. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan keluarga Hindu yang harmonis, sehat, dan sejahtera serta mendukung implementasi Program RBKS di Kabupaten Lampung Tengah.
Kontributor : Ketut Suwarta