Penyuluh Lampung Tengah Siapkan Digitalisasi Informasi Pura melalui One Barcode One Temple

Penyuluh Agama Hindu Lampung Tengah menyosialisasikan persiapan pendataan pura melalui program One Barcode One Temple di Pura Peringatan Transmigrasi, Kampung Rama Dewa.

Lampung Tengah (Bimas Hindu) Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada dan Luh Wayan Ratmaya, melakukan kunjungan dan sosialisasi rencana digitalisasi informasi pura melalui sistem One Barcode One Temple di Pura Peringatan Transmigrasi, Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (8/8/2026).

Program tersebut merupakan inovasi yang digagas Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung untuk mendukung digitalisasi informasi dan pendataan pura. Melalui sistem ini, setiap pura nantinya akan memiliki QR code yang dapat dipindai menggunakan telepon seluler sehingga umat maupun pengunjung dapat mengakses informasi mengenai pura secara lebih mudah.

Dalam tahap awal, sistem One Barcode One Temple masih dalam proses persiapan. Penyuluh Agama Hindu akan melakukan pendataan ke pura-pura di wilayah binaan dengan menghimpun sedikitnya 26 jenis informasi yang berkaitan dengan profil dan keberadaan pura. Data tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk informasi digital yang terhubung dengan QR code.

Informasi yang dipersiapkan antara lain nama pura, jenis pura, alamat, nama pengurus, luas pura, jumlah umat, jenis bangunan yang terdapat di lingkungan pura, nama pemangku, serta berbagai informasi pendukung lainnya.

Dengan demikian, QR code belum dipasang pada pura dalam tahap sosialisasi ini. Pemasangan akan dilakukan setelah proses pendataan, pengolahan informasi, dan persiapan sistem selesai sehingga informasi yang ditampilkan dapat tersusun secara lengkap dan akurat.

Pura Peringatan Transmigrasi menjadi salah satu lokasi awal dalam persiapan program tersebut. Berdasarkan keterangan tokoh Hindu setempat, pura ini merupakan pura pertama di Provinsi Lampung yang didirikan oleh para transmigran Hindu asal Bali pada tahun 1956. Keberadaannya tidak hanya sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dalam perjalanan umat Hindu dan perkembangan masyarakat Bali di Lampung.

Dalam kunjungan tersebut, I Ketut Ginada dan Luh Wayan Ratmaya berdialog dengan pengurus pura, Ketua Adat Kampung Rama Dewa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi dilakukan untuk menjelaskan rencana sistem One Barcode One Temple sekaligus mempersiapkan proses inventarisasi data yang dibutuhkan.

Luh Wayan Ratmaya mengatakan, digitalisasi informasi pura perlu dipersiapkan secara bertahap agar data yang nantinya disajikan kepada masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

“Implementasi sistem informasi digital bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan tepat bagi umat. Karena itu, tahap awal yang kita lakukan adalah menyiapkan pendataan dan memastikan informasi setiap pura dapat dihimpun secara lengkap,” terang Luh Wayan Ratmaya.

Setelah kunjungan ke Pura Peringatan Transmigrasi, kegiatan dilanjutkan ke Pura Puseh yang juga berada di Kampung Rama Dewa. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pendataan dan penguatan digitalisasi informasi pura di wilayah binaan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah.

Melalui One Barcode One Temple, setiap pura nantinya diharapkan memiliki identitas digital yang dapat diakses oleh umat, pengunjung, maupun masyarakat luas. Selain memberikan kemudahan memperoleh informasi, sistem ini diharapkan menjadi sarana untuk mendokumentasikan profil, sejarah, keberadaan, serta berbagai informasi penting mengenai pura secara lebih tertib dan terintegrasi.

Bagi penyuluh agama, proses pendataan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan layanan kepada umat. Data yang tersusun dengan baik diharapkan dapat menjadi basis informasi dalam mendukung pembinaan keagamaan sekaligus memperkenalkan keberadaan dan kekayaan sejarah serta budaya pura kepada generasi muda.

 

Kontributor : Luh Wayan Ratmaya


Berita Daerah LAINNYA