Peringati Hari Anak Nasional, Penyuluh Agama Hindu Tulang Bawang Tanamkan Karakter dan Spiritual Sejak Dini di Pratama Widyalaya Ganesha

Perayaan Hari Anak Nasional dengan Pembinaan Rohani di Pratama Widyalaya Ganesha

TULANG BAWANG (BIMAS HINDU) – Anak-anak adalah benih peradaban yang kelak akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan agama. Menyadari pentingnya menanamkan fondasi karakter dan keluhuran spiritualitas sejak usia dini, jajaran Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang menggelar kegiatan edukatif yang memadukan perayaan Hari Anak Nasional dengan Pembinaan Rohani di Pratama Widyalaya Ganesha pada Kamis (23/07/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pratama Widyalaya Ganesha ini berlangsung secara interaktif dan diikuti dengan penuh antusias oleh tiga puluh tiga siswa didik. Turut hadir mendampingi jalannya acara edukatif tersebut, tiga orang pendidik yang akrab disapa Bunda Pratama Widyalaya Ganesha, serta dua narasumber utama dari Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, yakni Putu Bambang Juli Hermanto dan Ni Nyoman Novikasari.

Memasuki sesi pertama, Penyuluh Agama Hindu, Putu Bambang Juli Hermanto, memandu sosialisasi dengan mengajak anak-anak menyelami makna penting peringatan Hari Anak Nasional. Guna melatih keberanian dan kepercayaan diri, ia mengajak para siswa untuk tampil ke depan secara bergantian, memperkenalkan diri, dan menyuarakan cita-cita mulia yang ingin mereka raih di masa depan.

"Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi kita semua untuk terus menghargai, melindungi, dan mempersiapkan langkah anak-anak kita. Mereka adalah tunas bangsa yang harus kita sirami dengan nilai-nilai akhlak mulia. Ketika seorang anak berani berdiri dan menyuarakan cita-citanya dengan lantang, saat itulah kita sedang melihat masa depan bangsa yang cerdas, berkarakter, dan penuh percaya diri mulai terbentuk," tegas Putu Bambang Juli Hermanto memberikan motivasi kepada para peserta.

Pada sesi selanjutnya, penanaman nilai spiritual dipandu secara langsung oleh Penyuluh Agama Hindu, Ni Nyoman Novikasari. Ia memfokuskan pembinaan pada etika dan sikap dasar dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan ajaran agama Hindu. Anak-anak diajak untuk mempraktikkan langsung sikap persembahyangan yang benar dan tertib, yakni posisi duduk Bajrasana bagi siswa perempuan dan Silasana bagi siswa laki-laki.

"Keluhuran budi pekerti bermula dari kemampuan kita menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dengan mengajarkan tata cara duduk yang benar dan khusyuk saat bersembahyang sejak dini, kita sesungguhnya sedang melatih penyatuan raga dan jiwa anak-anak, agar kesadaran spiritual mereka senantiasa terhubung dengan keteladanan ajaran agama. Kedisiplinan jasmani ini akan bermuara pada kedisiplinan rohani," papar Ni Nyoman Novikasari seraya membimbing anak-anak melakukan praktik sembahyang.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan khidmat ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta didik. Melalui pembinaan ini, anak-anak tidak hanya didorong untuk mengembangkan potensi diri secara akademis dan emosional, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi muda Hindu yang disiplin, tangguh, serta memiliki pijakan kuat pada nilai-nilai Dharma di tengah dinamika perkembangan zaman.


Berita Daerah LAINNYA