BANGKA BELITUNG, (BIMAS HINDU) - Kementerian Agama (Kemenag) berencana untuk mewujudkan Dusun Balitung di Bangka Belitung menjadi Desa Wisata Religi. Rencana ini disampaikan dalam rapat Pembahasan Desa Wisata Religi Dusun Balitung di Balai Seni Dusun Balitung Desa Pelepak Pute Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Sabtu (23/11/2024).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Masmuni Mahatma menyampaikan bahwa Dusun Balitung memiliki aset pariwisata yang berpotensi yaitu kawasan ekonomi wisata. "Mulai dari pertambangan timah, perekebunan sawit dan potensi pariwisata religi merupakan aset yang memungkinkan masa depan," katanya.
Menurutnya, seiring pertumbuhan pariwisata Bangka Belitung dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, Kementerian Agama akan berfokus pada wisata religi.
"Wisata religi harus direalisasikan di Bangka Belitung khususnya di Dusun Balitung, Desa Pelepak Pute Kecamatan Sijuk agar menjadi daya tarik dari wisatawan lokal maupun wisatawan luar," jelasnya.
Saat ini, kata dia, Bangka Belitung sudah memiliki wisata laskar pelangi, kemudian untuk wisata religi selain masjid tertua yang ada di Kecamatan Sijuk ada juga wisata religi kelenteng yang berdampingan dengan masjid di Balitung.
Kementerian Agama dengan lembaga dalam hal ini lembaga agama dan keagamaan hindu, krama adat dusun balitung harus bersinergi dengan dinas pariwisata yang merupakan linisektor pengerak pariwisata didaerah tidak lupa juga peran serta dukungan umat Hindu dan umat lainnya.
Hal ini karena wisata religi melibatkan semua pihak agar umat Hindu dan umat lainnya saling berdampingan dalam hal peribadatan, saling toleransi, dan menghargai satu sama lain supaya tercipta keharmonisan dalam menjalin hubungan antar umat beragama.
"Langkah selanjutnya, agar dapat segera ditindaklanjuti dengan merancang desain penanaman bungan di sepanjang jalan Dusun Balitung di depan rumah umat Hindu Bali, desain pembuatan bangunan candi selamat datang untuk gerbang masuk dan keluar dusun balitung, desain pembuatan catus pata di perempatan depan Pura Puseh Desa Giri Jati sebagai blueprint supaya dapat diajukan proposal pendanaannya," katanya.
Agar tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dari wisata religi dapat tercapai, ia menekankan supaya semua pihak bisa bersinergi mewujudkan wisata religi di Belitung. Sehingga, pariwisata di belitung semakin maju dan menjadi pariwisata bertemakan religi.
Terkait rancangan desain yang dibuat, pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut dengan dinas terkait seperti Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait rencana kementerian agama mencanangkan wisata religi khususnya di Kepualaun Belitung.
Sementara itu, I Wayan Pasek selaku perwakilan umat menyampaikan bahwa Pura Puseh Desa Giri Jati akan dijadikan tujuan utama dari wisata religi. Oleh karenanya, yang pertama dilengkapi adalah sarana dan prasarana Pura, seperti pemasangan Candi Bentar di Madya Mandala, finising pagar Madya Mandala, pemasangan konblok lantai di Nista Mandala dan Madya Mandala, dan pembuatan balai sakepat di Nista Mandala yg berguna sebagai tempat istirahat atau bersantai.
Acara tersebut dibuka oleh Wayan Suta sebagai penglingsir/sesepuh umat Hindu di Dusun Balitung. Dalam rapat tersebut, berikut ini beberapa rencana desain rancangan untuk mewujudkan Dusun Balitung sebagai desa wisata religi!
1. Rencana pembuatan penanaman bunga sepanjang jalan Dusun Balitung yang akan ditanam di depan masing-masing rumah umat Hindu.
2. Rencana pembuatan gapura selamat datang yang akan dibangun di gerbang masuk dan gerbang keluar dusun balitung.
3. Rencana pembuatan persimpangan sakral catus pata di perempatan jalan Dusun Balitung.