Tulang Bawang Barat (BIMAS HINDU) — Perempuan memegang peran sentral sebagai pendidik pertama sekaligus tiang penyangga spiritual di dalam keluarga. Guna memperkuat peran krusial tersebut, Penyuluh Agama Hindu, Eko Sriwulan, memberikan pembinaan keagamaan kepada jajaran anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada Rabu (15/07/2026).
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus medium edukasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, khususnya dalam menjaga ketahanan dan keharmonisan rumah tangga umat Hindu.
Mengusung tema "Menghidupkan Napas Rohani dan Harmonis di Dalam Rumah dengan Mengalirkan Damai Lewat Yadnya Sederhana", Eko Sriwulan mengajak kaum ibu untuk mengubah paradigma bahwa praktik keagamaan harus selalu identik dengan ritual yang besar dan megah. Sebaliknya, ia menekankan bahwa rumah adalah tempat ibadah pertama di mana nilai-nilai spiritual harus ditumbuhkan melalui hal-hal sederhana.
"Bentuk-bentuk yadnya atau persembahan tulus ikhlas sesungguhnya bisa dilakukan setiap saat. Berdoa bersama keluarga, menjaga tutur kata yang santun, saling menghormati, serta menciptakan lingkungan rumah yang penuh kasih sayang, itu semua adalah wujud nyata pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," papar Wulan di hadapan para peserta.
Dalam filosofi ajaran Hindu, keharmonisan sebuah keluarga merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan ajaran dharma (kebaikan). Keluarga yang baik akan menjadi pondasi lahirnya masyarakat yang kuat, rukun, dan sejahtera.
"Rumah yang dipenuhi doa, kasih sayang, dan ketulusan dalam melaksanakan yadnya akan menjadi sumber kebahagiaan sejati. Keharmonisan di dalam rumah tangga ini adalah fondasi paling penting dalam membangun masyarakat Hindu yang damai," tegas Wulan.
Pembinaan ini mendapat respons yang sangat positif dari para anggota WHDI. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, di mana para ibu saling berbagi pengalaman empiris mengenai tantangan dan keberhasilan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam keseharian mereka.
Melalui sinergi pembinaan ini, diharapkan para perempuan Hindu di Tiyuh Tirta Makmur dapat terus menjadi teladan (role model) yang tangguh. Dengan mengalirkan kedamaian melalui yadnya sederhana di dalam rumah, mereka turut berkontribusi nyata dalam merawat nilai-nilai dharma di tengah kemajemukan masyarakat.