Klaten (Bimas Hindu) - Ratusan umat Hindu dari Kecamatan Jogonalan dan Manisrenggo mengikuti Siraman Rohani Malam Kamis Legi di Pura Candi Sari Buana, Klaten. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat sraddha dan bhakti sekaligus mempererat persaudaraan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri PHDI Kecamatan Jogonalan dan PHDI Kecamatan Manisrenggo. Kehadiran umat dari berbagai wilayah menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan keagamaan yang tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarsesama umat Hindu.
Siraman rohani menjadi salah satu ruang bagi umat untuk melakukan refleksi dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama. Melalui kegiatan tersebut, umat diajak menjadikan nilai-nilai dharma sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Antusiasme umat terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai ratusan orang. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan suasana kebersamaan yang terasa sejak kegiatan berlangsung.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klaten, Dwi Hantoro, mengapresiasi antusiasme umat yang hadir. Menurutnya, partisipasi umat dari Jogonalan dan Manisrenggo menunjukkan adanya semangat bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan kehidupan keagamaan.
“Luar biasa sekali antusiasme umat yang hadir, khususnya dari Jogonalan dan Manisrenggo. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi umat untuk semakin meningkatkan sraddha, bhakti, serta mengamalkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dwi Hantoro.
Menurut Dwi, kegiatan keagamaan seperti siraman rohani memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada umat. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, pertemuan bersama juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang berkumpul dan mengikuti siraman rohani, tetapi juga bagaimana umat dapat membawa nilai-nilai yang diperoleh untuk diterapkan dalam kehidupan. Dharma harus hadir dalam sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara. Menurutnya, kehidupan keagamaan akan semakin kuat apabila umat memiliki kepedulian, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang harmonis.
Kehadiran Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klaten dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan dan pembinaan keagamaan kepada umat. Penyuluh tidak hanya berperan memberikan penguatan spiritual, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi dan mendengarkan kebutuhan umat di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan Siraman Rohani Malam Kamis Legi di Pura Candi Sari Buana menjadi salah satu wujud nyata kebersamaan umat Hindu di Klaten dalam menjaga kehidupan spiritual sekaligus memperkuat persaudaraan. Semangat tersebut diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan bersama dalam mengamalkan dharma dan membangun kehidupan umat yang harmonis.
Kontributor : Dwi Hantoro, S.Pd.H.