Karangasem (Bimas Hindu) — Menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif sekaligus memperkuat ketenangan batin bagi masyarakat di lembaga pemasyarakatan, pelatihan seni melantunkan syair suci Dharma Gita digelar bagi 63 warga binaan di LP Kelas IIB Karangasem, Bali, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan pembinaan mental dan spiritual yang mengusung tema penguatan sradha dan bhakti ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melalui tim kerja keagamaan bersama Penata Layanan Operasional Kecamatan Manggis.
Melalui pendekatan praktik langsung, para warga binaan diajak meresapi makna luhur tiap bait syair keagamaan guna menenangkan pikiran dan menumbuhkan motivasi pemulihan diri menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Karangasem, I Wayan Agustika, memaparkan bahwa seni suara keagamaan memiliki dimensi terapeutik yang kuat dalam melembutkan hati dan memperbaiki karakter.
“Dharma Gita bukan sekadar seni melantunkan syair suci, tetapi merupakan media batin untuk mendekatkan diri kepada Sang Creator. Melalui getaran suara dan makna luhur yang terkandung di dalamnya, kami berharap 63 warga binaan di LP Kelas IIB Karangasem dapat menemukan ketenangan batin serta menumbuhkan semangat baru untuk memperbaiki diri,” ujar I Wayan Agustika.
Sementara itu, Penata Layanan Operasional Kemenag Karangasem Wilayah Manggis, Ketut Sudarma, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga negara memiliki akses pembinaan keagamaan yang setara.
“Sinergi dalam pembinaan mental dan spiritual melalui pendekatan seni keagamaan seperti ini sangat penting untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin memastikan nilai-nilai Dharma dapat dirasakan oleh siapa pun, menjadi pendorong moral agar mereka kelak dapat kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang religius dan berakhlak mulia,” tutur Ketut Sudarma.
Melalui program pendampingan keagamaan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Karangasem terus berkomitmen mengawal pembentukan karakter masyarakat yang utuh, bermartabat, dan berdaya saing.
Kontributor: Finxi