Gianyar (BIMAS HINDU) – Upaya preventif terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika terus digalakkan sejak dini bagi generasi muda di lingkungan pendidikan. Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kegiatan strategis ini menyasar 1.100 siswa baru di dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Gianyar pada Selasa (14/7).
Guna memaksimalkan jangkauan, sosialisasi dilaksanakan secara serentak di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama bertempat di Pura Desa Adat Sanding, di mana Satgas Anti Narkoba Kemenag Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, bersama Penyuluh BNN Kabupaten Gianyar, I Wayan Suartika, memberikan pembinaan intensif kepada 500 siswa baru SMK Negeri 1 Tampaksiring. Sementara itu, di SMK Negeri 2 Sukawati, Satgas Anti Narkoba Kemenag Gianyar, I Putu Agus Adegrantika, berkolaborasi dengan Penyuluh BNN Kabupaten Gianyar, Ni Gusti Ayu Putu Ariani, menyampaikan edukasi serupa di hadapan 600 peserta didik baru.
Adapun substansi materi yang disampaikan tidak hanya mengulas dampak destruktif narkoba dari aspek medis, hukum, dan sosial ekonomi saja. Pendekatan khas dilakukan oleh jajaran Kemenag Gianyar dengan menyuntikkan penguatan ketahanan mental spiritual berbasis keagamaan. Para siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai Sanatana Dharma, khususnya esensi ajaran Panca Sradha sebagai fondasi keyakinan, serta penerapan prinsip Tri Kaya Parisudha—yakni menjaga kesucian pikiran (Manacika), perkataan (Wacika), dan perbuatan (Kayika)—sebagai perisai moral utama dalam menolak segala bentuk bujukan barang haram tersebut.
Dalam sela-sela pembinaan di Sanding, Satgas Anti Narkoba Kemenag Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati menegaskan pentingnya implementasi ajaran tersebut secara nyata:
"Dalam ajaran Hindu, tubuh manusia adalah pura suci tempat bersemayamnya jiwa (Atman). Menjaga kesucian diri melalui Tri Kaya Parisudha bukan sekadar teori keagamaan, melainkan aksi nyata untuk menolak pengaruh buruk narkoba. Ketika pikiran kita bersih (Manacika), kita akan memiliki ketahanan moral yang kokoh untuk membedakan mana yang merupakan jalan kebajikan (Dharma) dan mana jalan kehancuran (Adharma)" Ujarnya.
Suasana penyuluhan di kedua lokasi berlangsung dinamis dan interaktif. Bahasa komunikasi yang digunakan para narasumber dikemas secara populer dan adaptif dengan psikologi remaja, sehingga memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar problematika pergaulan remaja serta berdiskusi mengenai metode menjaga diri di lingkungan sosial. Apresiasi mendalam disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Sukawati, I Ketut Atmaja. Pihaknya menilai program sinergi ini memberikan warna baru yang sangat bernilai bagi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Materi seperti ini sangat mendesak dan dibutuhkan oleh peserta didik baru kita. Melalui formula ini, anak-anak tidak sekadar mendapat wawasan teknis tentang bahaya narkoba secara fisik, namun secara fundamental memperoleh asupan penguatan karakter dan benteng moral spiritual keagamaan. Kami berharap program luar biasa ini konsisten berlanjut dengan inovasi edukasi lainnya," ujar I Ketut Atmaja.
Senada dengan hal tersebut, pihak manajemen SMK Negeri 1 Tampaksiring turut menegaskan bahwa edukasi dini di awal tahun ajaran merupakan langkah taktis pembentukan kesadaran kolektif siswa, agar mereka memiliki kepekaan tinggi untuk memproteksi diri serta lingkungannya dari ancaman peredaran gelap narkotika.
Melalui keterpaduan gerak antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar dan BNN Kabupaten Gianyar, gerakan Satgas Narkoba Goes to School ini diharapkan menjadi stimulus berkelanjutan bagi terciptanya iklim sekolah yang aman, bersih (Bersinar), sehat, serta melahirkan sumber daya manusia Hindu yang unggul, berintegritas, dan selaras dengan nafas keagamaan yang luhur demi masa depan bangsa.