Kupang (Bimas Hindu) Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya hadir di sekolah-sekolah umum. Satuan pendidikan berciri keagamaan seperti Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, juga turut menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk menanamkan nilai kebangsaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian Pekan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diselenggarakan Adi Widyalaya Saraswati pada 10–17 Agustus 2026. Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba futsal persahabatan yang dibuka Pembimas Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, S.Ag., M.Si., Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan kemerdekaan di lingkungan Adi Widyalaya Saraswati tidak sekadar menjadi agenda untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar membangun kebersamaan, menghargai aturan, dan mengembangkan sportivitas.
“Ya, sportivitas ya. Jangan dorong-dorongan, harus semangat dan sportif,” ujar I Ketut Suji saat membuka lomba futsal.
Lomba diikuti siswa dengan pembagian tim berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1, 2, dan 3 digabung menjadi dua tim, sementara siswa kelas 4, 5, dan 6 dibagi menjadi tiga tim. Seluruh guru dan siswa turut terlibat, sementara orang tua hadir memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.
Bagi peserta didik di lingkungan pendidikan berciri keagamaan, peringatan kemerdekaan menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Nilai kebangsaan tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat ditanamkan melalui kegiatan bersama yang membangun disiplin, solidaritas, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
Karena itu, kehadiran Pekan Kemerdekaan di Adi Widyalaya Saraswati menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan merupakan bagian dari kehidupan seluruh satuan pendidikan, termasuk lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan keagamaan.
Melalui kegiatan sederhana seperti olahraga dan permainan bersama, peserta didik diajak memahami bahwa menjadi bagian dari bangsa Indonesia berarti mampu hidup dalam kebersamaan, menghormati perbedaan, serta menjunjung nilai sportivitas.
Pekan Kemerdekaan Adi Widyalaya Saraswati sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan keagamaan dengan pendidikan kebangsaan. Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan perlombaan, tetapi diterjemahkan dalam pengalaman belajar yang membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Kontributor: Josefina Eldorin Liberty Beribe