PALANGKA RAYA (BIMAS HINDU) - Suasana khusyuk dan penuh ketenangan melingkupi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya pada Rabu (30/7/2026) pagi. Sebagai upaya memperkuat benteng moral dan kualitas mental warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu, serangkaian kegiatan pembinaan rohani digelar intensif sebagai pilar pemulihan spiritual dan pembentukan karakter.
Program pendampingan keagamaan ini dirancang secara berkesinambungan untuk membimbing warga binaan dalam memperbaiki diri, memohon pengampunan, serta menata kesiapan mental agar siap kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu, Wedawati, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa pembinaan spiritual di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan wujud nyata dalam membangun kualitas diri warga binaan dari dalam.
"Pendampingan ini ditujukan langsung kepada warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA guna memberikan pembinaan rohani yang menyentuh jiwa, sehingga mereka memiliki bekal dan kesiapan penuh untuk kembali berperan aktif serta membawakan kemanfaatan di tengah masyarakat," ujar Wedawati.
Selain bertujuan membentuk akhlak mulia, penanaman nilai moral, dan etika kejujuran, pembinaan ini juga menghadirkan kedamaian batin guna membantu meredakan tingkat stres dan beban emosional yang dialami warga binaan selama menjalani masa pemidanaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peribadatan rutin dan penyuluhan keagamaan. Para warga binaan diajak untuk belajar membaca, menghafal, serta mendalami ajaran luhur dalam kitab suci Panaturan sebagai pedoman etis penuntun langkah hidup.
"Melalui pemahaman kitab suci Panaturan sebagai landasan hidup sehari-hari, kami berharap para warga binaan kelak dapat berbaur kembali dengan masyarakat, memilih jalan kebaikan, dan merajut kehidupan masa depan yang jauh lebih harmonis dan bermakna," pungkas Wedawati.
Kontributor: Wedawati, S.Ag., M.Si