Pangkalpinang (Bimas Hindu) Pendidikan agama bagi anak-anak Hindu tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan keagamaan. Lebih dari itu, nilai-nilai Dharma perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi fokus pembinaan yang disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gusti Ayu Komang Triana Pratiwi, S.Pd., kepada anak-anak Pasraman Surya Kencana, Kota Pangkalpinang, Minggu (9/8/2026).
Sebanyak 10 siswa mengikuti pembinaan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB dengan mengangkat tema Tri Parartha. Ajaran tersebut menekankan pentingnya membangun kehidupan yang harmonis melalui kasih sayang, ketulusan berbagi, dan pengabdian.
Dalam pembinaan, anak-anak diajak mengenal tiga nilai utama dalam Tri Parartha, yakni Asih, Punia, dan Bhakti. Asih mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup. Punia menanamkan ketulusan untuk berbagi dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sementara Bhakti mengajarkan rasa hormat, pengabdian, dan ketulusan kepada Tuhan, orang tua, guru, serta sesama.
Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan sesuai dengan usia anak. Nilai-nilai Tri Parartha dikaitkan dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti menyayangi teman, membantu orang tua, berbagi dengan sesama, menghormati guru, menjaga lingkungan, serta melaksanakan kewajiban sembahyang dengan tulus.
Gusti Ayu Komang Triana Pratiwi mengatakan pembinaan keagamaan sejak dini penting untuk membantu anak memahami sekaligus mengendalikan diri dalam menjalani kehidupan.
“Banyak tindakan menyimpang berawal dari lemahnya pengendalian diri dan pemahaman tentang ajaran agama. Dengan semangat Tri Parartha, anak-anak Hindu diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang penuh kasih, gemar berbagi, memiliki rasa bhakti, serta bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Hindu,” ujar Gusti Ayu Komang Triana Pratiwi.
Menurutnya, pengenalan Tri Parartha tidak cukup berhenti pada pemahaman teori. Nilai Asih, Punia, dan Bhakti perlu dibiasakan melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan tersebut juga diarahkan agar nilai-nilai Tri Parartha menjadi bagian dari karakter anak, baik di lingkungan keluarga, pasraman, masyarakat, maupun dalam kehidupan beragama.
Kegiatan di Pasraman Surya Kencana menjadi salah satu bentuk peran Penyuluh Agama Hindu dalam memberikan edukasi keagamaan sekaligus menanamkan nilai Dharma kepada generasi muda Hindu. Pembinaan sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi Hindu yang memiliki pemahaman keagamaan sekaligus karakter yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu mengimplementasikan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.