Tumpek Krulut Tak Sekadar Ritual, Siswa SD Negeri 1 Banjarangkan Diajak Terapkan Cinta Kasih dan Toleransi

Kegiatan KARMA yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung

Klungkung (Bimas Hindu) — Tumpek Krulut kerap dikenal luas sebagai hari kasih sayang (Valentine's Day ala Nusantara) dalam tradisi Hindu. Namun, di balik perayaannya, terdapat nilai-nilai filosofis yang dalam tentang kepedulian, keharmonisan, dan cinta kasih yang perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan moral inilah yang menjadi materi utama dalam kegiatan KARMA (Kampanye Agama Ramah Masyarakat) yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung di SD Negeri 1 Banjarangkan, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini terlaksana atas inisiasi dan permintaan pihak sekolah yang bertepatan langsung dengan momentum peringatan Hari Raya Tumpek Krulut. Momentum ini dimanfaatkan oleh para penyuluh untuk mengenalkan makna perayaan tersebut kepada peserta didik melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan sesuai dengan usia anak-anak.

Di hadapan puluhan siswa, penyuluh memberikan pemahaman bahwa Tumpek Krulut tidak hanya bermakna perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai alarm pengingat untuk terus menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama, menghargai perbedaan, serta menjaga hubungan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui penyampaian materi yang interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta didik, kami mengajak para siswa untuk memahami filosofi Tumpek Krulut serta betapa pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menyebarkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari,” papar Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Nyoman Tirtayasa.

Materi disampaikan secara interaktif melalui metode diskusi dan tanya jawab. Berbagai contoh sederhana yang dekat dengan keseharian anak-anak digunakan untuk mengilustrasikan wujud nyata kasih sayang, seperti sikap hormat kepada orang tua dan guru, gemar menolong teman, serta menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan alam sekitar.

Antusiasme peserta didik terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan. Para siswa aktif menjawab pertanyaan dan saling berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai-nilai kebaikan yang pernah mereka lakukan. Suasana hangat ini diharapkan mampu membuat pesan keagamaan lebih mudah tertanam di dalam memori anak-anak.

Kepala SD Negeri 1 Banjarangkan, Ida Ayu Yuliani, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran penyuluh ke sekolahnya sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

“Kegiatan ini sangat kami harapkan dapat memperkuat karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai agama, budaya, serta semangat hidup rukun dan harmonis, sebagai pengejawantahan dari makna Hari Tumpek Krulut,” ungkap Ida Ayu Yuliani.

Melalui Program KARMA, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus berkomitmen menghadirkan edukasi keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membentuk moral generasi muda.

Langkah proaktif ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag RI yang digagas oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, khususnya pada misi Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi melalui penguatan karakter peserta didik. Selain itu, hadirnya penyuluh di tengah-tengah sekolah ini menjadi bukti nyata implementasi Layanan Keagamaan Berdampak yang disajikan secara langsung, membumi, dan kontekstual.

 

Kontributor: Wisnawa


Berita Daerah LAINNYA