Deli Serdang (Bimas Hindu) – Persembahyangan Aadi Matham (Kanji Uthe) yang dilaksanakan di Sri Mariamman Kuil Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memperkuat spiritualitas, melestarikan tradisi keagamaan, dan mempererat kebersamaan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) itu dihadiri Ketua Tim Urusan Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Komang Agus Aryawan, bersama jajaran Staf Bimas Hindu.
Persembahyangan diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di sekitar Helvetia dan berlangsung khidmat sesuai tradisi Hindu Tamil. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan ritual persembahyangan Aadi Matham yang menjadi bagian dari warisan budaya dan spiritual masyarakat Hindu Tamil.
Dalam sambutannya, Komang Agus Aryawan mengatakan Aadi Matham tidak hanya memiliki makna sebagai tradisi keagamaan yang diwariskan lintas generasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan spiritual umat dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Persembahyangan Aadi Matham mengajarkan kita untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, umat Hindu harus tetap menjaga kebersamaan, memperkuat nilai-nilai dharma, serta terus berkontribusi dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat," ujar Komang.
Ia menambahkan, Kementerian Agama melalui Bimas Hindu terus berkomitmen memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan kepada umat Hindu sebagai bagian dari penguatan kualitas kehidupan beragama yang moderat, rukun, dan harmonis. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan umat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Pendeta Sri Mariamman Kuil Helvetia, K. Dharma Rajen (Bapak Dhamma), mengajak umat menjadikan bulan Aadi sebagai momentum untuk memperdalam kehidupan spiritual melalui doa, disiplin menjalankan ajaran agama, serta pelayanan yang tulus kepada sesama.
"Aadi Matham mengingatkan kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, disiplin spiritual, serta pelayanan yang tulus. Ketika sradha dan bhakti tumbuh dalam diri setiap umat, maka kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan akan hadir dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat," katanya.
Pelaksanaan persembahyangan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan partisipasi aktif umat pada setiap rangkaian ibadah. Momentum Aadi Matham sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjaga tradisi keagamaan, memperkuat nilai-nilai sradha, bhakti, dan dharma, serta membangun kehidupan umat yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.