Jakarta (BIMAS HINDU) - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama RI berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan Jalan Sehat Kerukunan dan ditutup dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, didampingi Dirjen Bimas Hindu, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Kristen, Staf Khusus Menteri Agama, serta pimpinan eselon II Kemenag. Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini diikuti sekitar kurang lebih 300 peserta, yang terdiri atas pegawai Bimas Hindu, pegawai unit eselon I Kemenag lainnya, lembaga keagamaan Hindu, guru dan siswa Widyalaya, dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu, serta perwakilan lintas agama di wilayah DKI Jakarta.
Setelah prosesi jalan sehat kerukunan yang memamerkan kekayaan tradisi Nusantara, kegiatan berlanjut dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Hindu yang bekerja sama dengan Yayasan Abdi Dharma Jagadhita dan Klinik Kementerian Agama RI, dan diikuti antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang. Layanan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, hingga konsultasi medis langsung dengan dokter.
Yayasan Abdi Dharma Jagadhita, satu-satunya yayasan kesehatan Hindu di Indonesia dengan mayoritas anggota berprofesi sebagai dokter, memberikan layanan mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan dan edukasi pola hidup sehat.

Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. I Nengah Duija, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan ajaran Hindu yang menekankan nilai Tat Twam Asi — “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” — sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
“Kesehatan adalah modal utama untuk berkarya dan melayani. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian dan cinta kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Hindu,” ujarnya.
Ketua Yayasan Abdi Dharma Jagadhita, dr.I Ketut Sukarata menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memeriksakan diri saat sakit, tetapi juga memahami pentingnya pencegahan. Hidup sehat dimulai dari kesadaran diri, pola makan yang baik, dan aktivitas fisik yang teratur,” jelasnya.
Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi momen berharga. Ngurah, salah satu pegawai Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis.
“Saya senang sekali ada layanan seperti ini. Selain cepat dan gratis, dokternya ramah. Saya jadi tahu kondisi kesehatan saya, dan ini memotivasi untuk hidup lebih sehat,” ungkapnya.
Prof. Duija menambahkan, pemeriksaan kesehatan gratis ini selaras dengan semangat Asta Protas Kemenag RI, khususnya dalam meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan. “Melalui kegiatan ini, kita menguatkan rasa kebersamaan dan saling peduli antarwarga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan yang memadukan olahraga, seni budaya, dan pelayanan kesehatan ini, Ditjen Bimas Hindu ingin menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang semangat nasionalisme, tetapi juga membangun kerukunan, memperkuat kesehatan masyarakat, dan memupuk kepedulian antarsesama.