DENPASAR, (BIMAS HINDU) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Prof. I Nengah Dujia menekankan bahwa Pasraman dan Widyalaya harus ramah anak. Hal itu disampaikan oleh Prof. Duija dalam acara Bimbingan Teknis Pasraman dan Widyalaya Ramah Anak yang diselenggarakan di Bali. Rabu, 02/10/2024.
"Pendidikan bukan hanya tentang pengajaran, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. Kami berharap agar pendekatan ramah anak ini dapat diterapkan di berbagai satuan pendidikan keagamaan Hindu guna membentuk generasi yang unggul dan berkarakter," kata Prof. Duija saat membuka acara tersebut.
Adapun kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini merupakan inisiatif dari Direktorat Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu yang berfokus untuk memberikan dorongan kuat pengembangan pendidikan Hindu yang ramah anak di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Duija juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan pasraman dan widyalaya ramah anak.
Kegiatan tersebut turut menghadirka 5 narasumber terkemuka di antaranya, Dr. Eny Kusumastuti dari Universitas Negeri Semarang dan Ir. I Made Ariasa dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali. Mereka membagikan wawasan tentang pentingnya perlindungan dan kesejahteraan anak dalam pendidikan.
Kegiatan ini diikuti oleh 74 guru dari berbagai satuan pendidikan keagamaan Hindu di seluruh Indonesia. Harapannya, para pesertadapat mengimplementasikan hasil dari Bimtek ini dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, fokus pada pengajaran, serta perlindungan anak.