Green Dharma di Lereng Menoreh, Wujud Nyata Harmoni Manusia dan Alam

Kegiatan Ekoteologi Green Dharma dalam rangka Tumpek Unduh

Kulon Progo (BIMAS HINDU) — Semangat menjaga kelestarian alam melalui ajaran Hindu diwujudkan Bimbingan Masyarakat Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kelompok Kerja Penyuluh DIY melalui kegiatan Ekoteologi Green Dharma dalam rangka Tumpek Unduh, Selasa (26/5/2026), di Sanggar Panepen Parahyangan Tirto Lanceng, Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan lereng Perbukitan Menoreh tersebut diawali dengan aksi bersih-bersih tempat ibadah dan dilanjutkan penanaman pohon bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai spiritual Hindu yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam.

Kehadiran Bimas Hindu dan Pokjaluh DIY disambut hangat oleh sesepuh serta pengempon Sanggar Panepen Parahyangan Tirto Lanceng. Kebersamaan tersebut menjadi simbol penguatan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal dan nilai keagamaan.

Ketua Pokjaluh DIY, Gede Suardana, yang mewakili Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu DIY, menyampaikan bahwa Ekoteologi Hindu atau Green Dharma sejatinya merupakan ajaran luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Cinta kepada alam bukan sekadar teori, tetapi bagian dari ajaran mendasar dalam kehidupan Hindu. Harmoni dengan alam dimulai dari harmoni dengan sesama manusia, lalu berlanjut pada kedekatan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga menghadirkan kebahagiaan bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma tidak berhenti pada seremoni penanaman pohon semata, melainkan diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup.

“Program ini bukan selesai hari ini saja. Green Dharma harus menjadi gerakan bersama untuk merawat bumi, menjaga sumber kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran spiritual terhadap alam,” tambahnya.

Sementara itu, sesepuh sanggar, Sumardi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pokjaluh DIY terhadap kondisi lingkungan di kawasan Perbukitan Menoreh yang rawan longsor.

“Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat menambah keasrian dan membantu menjaga tanah dari longsor, karena wilayah perbukitan ini sangat membutuhkan penghijauan,” tuturnya.
Ketua Pengempon Sanggar Panepen Parahyangan Tirto Lanceng, Wayan Muliartha, juga berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Tanaman yang tumbuh besar nantinya akan membantu menjaga cadangan air dan mengikat tanah agar tidak mudah longsor. Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk semakin peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pokjaluh DIY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas Bimas Hindu terkait Ekoteologi atau Green Dharma sebagai implementasi nyata ajaran Hindu dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam semesta.


Berita Daerah LAINNYA