Perkuat Kolaborasi, Pelayanan Keagamaan Hindu Didorong Lebih Profesional

pertemuan Paguyuban ASN Hindu DIY Sahitya Dharma di Pura Daksina Murti

Bantul (Bimas Hindu) – Membangun pelayanan keagamaan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada kompetensi individu, tetapi juga kolaborasi yang kuat antaraparatur. Semangat itulah yang menjadi fokus dalam pertemuan Paguyuban ASN Hindu DIY Sahitya Dharma di Pura Daksina Murti, Tegal Paten, Tirtosari, Kretek, Bantul, Kamis (16/7/2026), sebagai ruang memperkuat sinergi sekaligus menyelaraskan langkah menghadapi dinamika pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan diikuti Pembimbing Masyarakat Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Widya Putra, pengurus paguyuban, penyuluh agama Hindu, guru agama Hindu, serta aparatur yang bertugas pada layanan urusan keagamaan di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Selain menjadi agenda pembinaan berkala, forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang bertukar gagasan mengenai penguatan koordinasi, peningkatan kompetensi, dan efektivitas pelayanan publik.

Ketua Paguyuban ASN Hindu DIY Sahitya Dharma, Purwanto, mengatakan keberagaman latar belakang profesi yang tergabung dalam paguyuban merupakan modal penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada umat.

"Setiap anggota memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda sesuai bidang tugasnya. Melalui forum ini kami saling berbagi praktik baik, bertukar informasi, dan membangun solusi bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif," ujarnya.

Menurut Purwanto, komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam menyelaraskan langkah antara unsur pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan keagamaan sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara lebih cepat dan terukur.

Sementara itu, Didik Widya Putra menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi antaraparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

"Pelayanan yang berkualitas lahir dari sinergi. Ketika guru agama, penyuluh, dan aparatur urusan keagamaan memiliki visi yang sama serta membangun komunikasi yang baik, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, budaya kolaboratif perlu terus dipelihara seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Selain membahas evaluasi pelaksanaan program, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai isu yang berkembang di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk memperkuat koordinasi pada periode berikutnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis sehingga setiap peserta memiliki kesempatan menyampaikan pengalaman maupun masukan berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing.

Forum Paguyuban ASN Hindu DIY Sahitya Dharma menjadi cerminan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan regulasi, tetapi juga dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kolaborasi lintas profesi, dan semangat saling menguatkan. Pendekatan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan keagamaan dan pendidikan Hindu yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA