Karanganyar (Bimas Hindu) — Dalam upaya merawat jejak spiritual dan tradisi luhur kehinduan di Tanah Jawa, rombongan dosen dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Santika Dharma melaksanakan perjalanan spiritual (Tirta Yatra) ke Pura Tunggal Ika yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (2/8/2026).
Rombongan yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur ini tiba di Pura Tunggal Ika sekitar pukul 11.30 WIB, setelah sebelumnya melangsungkan persembahyangan (maturan) di situs bersejarah Candi Cetho. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menyasar berbagai peninggalan dinasti masa lampau, candi, serta pura kuno di Pulau Jawa.
Koordinator Tirta Yatra, Suwari Widura, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas peribadatan seremonial, melainkan membawa misi pelestarian budaya dan sejarah yang sangat erat dengan upaya merawat warisan leluhur.
"Misi utamanya adalah sebagai wujud napak tilas kepada leluhur di Tanah Jawa untuk merawat nilai-nilai tradisi kehinduan. Dengan melaksanakan sembahyang di berbagai candi dan pura, kiranya energi spiritual yang dibangun oleh para peserta dapat memberikan sentuhan sekaligus ikut merawat peninggalan leluhur Nusantara," tegas Suwari.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh elemen umat Hindu setempat. Pengempon Pura Tunggal Ika, I Made Sabariyasa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap perjalanan spiritual ini menjadi jembatan pembuka bagi hubungan yang lebih harmonis antar-komunitas umat Hindu lintas daerah.
"Semoga tali silaturahmi ini tidak berakhir hanya pada saat Tirta Yatra ini berlangsung, tetapi menjadi wujud ikatan ke depan untuk terus saling bersinergi," ungkap Made Sabariyasa.
Senada dengan hal tersebut, Pemangku Pura Tunggal Ika, Priyanto, turut menyampaikan kekagumannya terhadap keteguhan umat Hindu di Jawa Timur dalam menjaga tradisi keagamaan. Menurutnya, keberagaman tradisi yang berkembang di berbagai daerah adalah kekayaan yang harus terus dihidupkan dengan filosofi Desa Mawa Cara (kearifan lokal masing-masing wilayah).
"Semoga semangat Tirta Yatra yang dibawa oleh rombongan STAH Santika Dharma ini dapat menular dan memberikan dampak positif serta inspirasi bagi umat Hindu di Kabupaten Karanganyar, khususnya pengempon Pura Tunggal Ika di lereng Lawu ini," tutur Priyanto.
Setelah menyelesaikan rangkaian persembahyangan dan ramah tamah di Pura Tunggal Ika, rombongan bertolak menuju Daerah Istimewa Yogyakarta. Rencananya, para dosen akan bermalam dan melaksanakan tradisi mekemit bersama umat Hindu di Pura Banguntapan, sebelum melanjutkan maturan di kawasan agung Candi Prambanan dan kembali ke Banyuwangi.
Perjalanan Tirta Yatra ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran spiritual umat Hindu mampu melampaui batas geografis membangun kesadaran kolektif untuk mengenang leluhur, merawat warisan budaya, memperkuat persaudaraan, serta memastikan denyut ajaran Dharma tetap hidup di tengah arus zaman.
Kontributor: Sri Wagini, S. Ag