PALANGKA RAYA (Bimas Hindu) – Ratusan guru dan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Palangka Raya mengikuti kegiatan Dharmasanti dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi yang diselenggarakan oleh Gabungan Guru Pendidikan Agama Hindu, pada Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Kayu Erang Tingang, kompleks Hindu Kaharingan Center, Jalan Tambun Bungai, dengan suasana khidmat dan tertib.
Perayaan Dharmasanti ini merupakan bagian dari rangkaian pasca-Hari Raya Nyepi yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”, dengan subtema “Melalui Dharmasanti dan semangat Nyepi, kita perkuat kerukunan di lingkungan sekolah”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun harmoni dan toleransi di dunia pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari unsur pemerintah dan lembaga keagamaan, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Rektor IAHN Tampung Penyang, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, serta para pimpinan lembaga keagamaan Hindu.
Dalam dharmawacananya, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, I Made Adnyana, menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai kerukunan dan kemanusiaan sebagaimana tercermin dalam program prioritas Kementerian Agama. Ia mengajak seluruh peserta untuk membangun sikap rendah hati serta mengedepankan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
“Kerukunan merupakan kebutuhan bersama, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir yang baik, berkata yang benar, dan berbuat yang benar. Kita tidak memiliki kewenangan untuk menuntut orang lain, tetapi memiliki kewajiban untuk memperbaiki diri sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penerapan konsep Tri Hita Karana sebagai landasan menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam. Menurutnya, kesadaran ekologis harus menjadi bagian integral dalam praktik keagamaan.
Ia mendorong para guru Pendidikan Agama Hindu untuk mengambil peran aktif dalam penguatan ekoteologi melalui tindakan nyata, seperti penanaman pohon, pelepasliaran satwa, serta menjaga kebersihan dan kelestarian tempat ibadah, termasuk pura dan balai basarah. Selain itu, ia juga mengajak aparatur sipil negara untuk berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan sarana keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, para pejabat yang hadir turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Dharmasanti gabungan ini. Mereka menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Hindu yang moderat, toleran, dan berwawasan lingkungan.
Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga keagamaan, dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah, khususnya di Kota Palangka Raya.