Kemenag On The Boat Perkenalkan Etika Kawasan Suci kepada Wisatawan Sebelum Tiba di Nusa Penida

Kemenag On The Boat, menghadirkan edukasi keagamaan dan budaya sejak awal perjalanan menuju Nusa Penida

Semarapura (Bimas Hindu) – Perjalanan menuju Nusa Penida kini tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga ruang edukasi keagamaan dan budaya. Melalui inovasi Kemenag On The Boat, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menghadirkan penyuluhan langsung kepada penumpang kapal Gangga Express sebelum mereka tiba di pulau tujuan. Kegiatan berlangsung di Pelabuhan Kusamba hingga selama perjalanan penyeberangan menuju Nusa Penida, Rabu (5/8/2026).

Inovasi tersebut menyasar masyarakat lokal, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara dengan materi yang disesuaikan berdasarkan karakteristik peserta. Selain memperkenalkan nilai-nilai ajaran Hindu, penyuluh juga memberikan pemahaman mengenai etika memasuki kawasan suci, penghormatan terhadap adat dan budaya Bali, serta informasi layanan keagamaan yang disediakan Kementerian Agama.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Cahyadi, mengatakan pendekatan yang digunakan bersifat audience oriented sehingga materi dapat diterima secara efektif oleh setiap kelompok penumpang, termasuk wisatawan asing yang memperoleh penyuluhan dalam bahasa Inggris.

"Setiap penumpang memiliki latar belakang yang berbeda. Karena itu, materi kami sesuaikan dengan kebutuhan mereka agar pesan tentang nilai-nilai keagamaan, budaya, dan etika saat mengunjungi kawasan suci dapat dipahami dengan baik," ujar Kadek Cahyadi.

Dalam penyuluhan tersebut, penumpang diajak memahami filosofi Vasudhaiva Kutumbakam yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga besar, serta konsep Tri Hita Karana sebagai pedoman menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan). Sebelum kapal berangkat, seluruh penumpang juga diajak berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan sebelum memulai perjalanan.

Selain edukasi keagamaan, penyuluh menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan laut, menaati aturan keselamatan pelayaran, menghormati masyarakat lokal, serta mematuhi tata krama saat berkunjung ke pura dan kawasan yang disakralkan oleh masyarakat Hindu di Nusa Penida.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., mengapresiasi inovasi tersebut sebagai model pelayanan keagamaan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.

"Kemenag On The Boat merupakan inovasi yang menghadirkan layanan keagamaan secara kreatif dan berdampak. Edukasi mengenai etika di tempat suci, penghormatan terhadap budaya lokal, dan nilai-nilai keagamaan perlu dipahami sejak awal sehingga masyarakat maupun wisatawan memiliki kesadaran untuk menjaga kesucian kawasan yang mereka kunjungi," kata Duija.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menilai program tersebut memperkuat sinergi antara sektor keagamaan dan pariwisata dalam membangun citra destinasi yang berbudaya dan berkelanjutan.

"Kemenag On The Boat menjadi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah Klungkung yang memiliki kawasan kepulauan. Edukasi kepada wisatawan sebelum tiba di destinasi akan memperkuat pemahaman terhadap budaya lokal sekaligus mendukung pariwisata yang beretika dan berkelanjutan," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Direktur CV. Gangga Express, I Putu Hendra Sintyana, yang menilai kehadiran penyuluh agama memberikan nilai tambah bagi perjalanan penumpang menuju Nusa Penida.

"Kami menyambut baik inovasi ini karena menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi penumpang. Perjalanan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga ruang edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai budaya dan keagamaan kepada masyarakat maupun wisatawan," ungkapnya.

Melalui Kemenag On The Boat, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus memperluas akses layanan keagamaan dengan pendekatan yang inovatif dan adaptif. Program ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan tidak selalu dilakukan di ruang kelas atau rumah ibadah, tetapi juga dapat hadir di ruang-ruang publik sebagai media edukasi yang memperkuat penghormatan terhadap budaya, kerukunan, dan kearifan lokal di destinasi wisata.

 

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA