Karangasem (Bimas Hindu) - Kementerian Agama Kabupaten Tabanan menampilkan Tari Rejang Kirtining Maitri dalam rangkaian Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi Kemenag se-Bali dalam ngaturang ngayah sebagai bentuk pengabdian tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Penampilan tari sakral tersebut menjadi simbol penguatan peran Kemenag dalam pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga hadir langsung dalam praktik spiritual umat. Rejang Kirtining Maitri ditampilkan dengan penuh khidmat, diiringi tabuh dari sekaa Wira Bhuwana yang memperkuat nuansa religius dalam prosesi upacara.
Secara historis, Tari Rejang Kirtining Maitri merupakan pengembangan dari tradisi Tari Rejang yang telah lama hidup dalam budaya Bali sebagai tari wali (sakral) yang dipersembahkan di pura. Kata “Rejang” mencerminkan ungkapan bhakti dan penyambutan kehadiran para dewa, sedangkan “Kirtining Maitri” bermakna kemuliaan dalam menjalin kasih sayang dan persaudaraan universal.
Tarian ini hadir sebagai aktualisasi nilai-nilai spiritual yang menekankan ketulusan, harmoni, serta pengabdian tanpa pamrih. Selain itu, keberadaannya juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian seni sakral Hindu, yang tidak hanya dijaga sebagai warisan budaya, tetapi juga terus dihidupkan dalam praktik keagamaan umat dari generasi ke generasi.
Kasubag TU Kantor Kemenag Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Indra Jaya, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan keagamaan yang menyeluruh.
“Pelayanan Kemenag tidak hanya terbatas pada administrasi, tetapi juga hadir langsung di tempat suci melalui ngayah, seperti mengantar persembahyangan, menampilkan seni tari dan tabuh keagamaan, serta ikut menjaga kesucian pelaksanaan upacara,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan ini juga mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara sekala (dunia nyata) dan niskala (spiritual), yang menjadi bagian penting dalam kehidupan beragama umat Hindu di Bali.
Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh sendiri merupakan salah satu upacara besar yang rutin digelar di Pura Agung Besakih dan melibatkan partisipasi umat dari berbagai daerah. Momentum ini sekaligus menjadi ruang penguatan nilai-nilai bhakti, pelestarian seni budaya, serta peningkatan spiritualitas umat.
Kehadiran Kemenag Tabanan dalam rangkaian Karya Agung ini diharapkan tidak hanya memperlancar jalannya upacara, tetapi juga memperteguh nilai-nilai spiritual, memperkaya khazanah seni budaya keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi harmoni kehidupan umat.