Program SAMA Kemenag Papua Barat Wujudkan Kepedulian bagi Pinandita di Manokwari

Pembimas Hindu Kemenag Papua Barat I Gusti Ketut Suardana, S.Ag. menyerahkan bantuan Program SAMA kepada Pinandita usai persembahyangan Purnama di Pura Giri Bhuana, Manokwari.

Manokwari — Kementerian Agama terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, I Gusti Ketut Suardana, S.Ag., melalui Program SAMA (Sahabat Terkasih), sebuah program kepedulian sosial Bimas Hindu Papua Barat, dengan menyalurkan enam paket bantuan kepada para Pinandita di Manokwari usai persembahyangan Purnama di Pura Giri Bhuana, Brawijaya, Rabu (29/7/2026).

Program SAMA merupakan wujud kepedulian sosial Bimas Hindu Papua Barat kepada para pelayan umat yang selama ini mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan dan pembinaan spiritual. Melalui program tersebut, Bimas Hindu ingin memastikan bahwa nilai-nilai Dharma tidak hanya diajarkan melalui pembinaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua lembaga, klian banjar, serta umat Hindu yang mengikuti persembahyangan Purnama. Kehadiran seluruh unsur umat mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi landasan pelaksanaan Program SAMA sebagai gerakan kepedulian sosial di lingkungan Bimas Hindu Papua Barat.

Selain menyerahkan bantuan, Ketut Suardana menyampaikan Dharma Wacana mengenai pentingnya menumbuhkan budaya berbagi sebagai implementasi ajaran Hindu. Menurutnya, nilai sebuah pemberian tidak ditentukan oleh besar kecilnya bantuan, melainkan oleh ketulusan hati yang melandasi serta manfaat yang dirasakan oleh penerimanya.

"Tri Hita Karana mengajarkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang bagaimana kita mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan sesama dan menjaga alam. Melalui Pawongan, kita belajar bahwa kebahagiaan akan terasa lebih berarti ketika kita mampu berbagi dan meringankan beban orang lain. Melalui Palemahan, kita diingatkan bahwa alam juga harus kita rawat sebagai bagian dari kehidupan. Semangat inilah yang kita wujudkan melalui Program Bimas Hindu Green Dharma. Jangan melihat dari besar kecilnya apa yang kita berikan, tetapi lihatlah ketulusan dan makna di baliknya. Karena terkadang, sesuatu yang sederhana bagi kita, bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain," ujar Ketut Suardana.

Ketut Suardana menambahkan bahwa semangat berbagi merupakan implementasi nilai Tat Twam Asi, yang mengajarkan setiap umat untuk memandang sesama sebagai bagian dari dirinya sendiri. Nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepedulian, kasih sayang, dan semangat saling membantu sebagai bagian dari pengamalan Dharma.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum Purnama menjadi pengingat bahwa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa hendaknya berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui kebersamaan tersebut, Program SAMA tidak hanya memberikan manfaat kepada para Pinandita, tetapi juga mempererat tali persaudaraan umat Hindu di Manokwari.

Ketut Suardana berharap Program SAMA terus menjadi gerakan yang menginspirasi umat Hindu untuk membudayakan semangat berbagi dan saling menguatkan. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu wujud nyata pengamalan nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana, sehingga kehadiran Bimas Hindu dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini diharapkan terus berkembang sebagai ikhtiar bersama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak bagi umat Hindu di Papua Barat.


Berita Daerah LAINNYA