Kemenag Pesisir Barat Padukan Tri Kaya Parisudha dan Doa Kebangsaan untuk Perkuat Nasionalisme Umat Hindu

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, I Gede Yogi Fernando, menyampaikan pembinaan Tri Kaya Parisudha kepada umat Hindu usai persembahyangan Rahina Purnama Karo di Pura Khayangan Tunggal, Adat Marang.

Pesisir Barat, Lampung (Bimas Hindu)  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat memadukan pembinaan keagamaan dengan Doa Kebangsaan sebagai upaya memperkuat karakter religius sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme umat Hindu. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Karo tersebut berlangsung di Pura Khayangan Tunggal, Adat Marang, Rabu (29/7/2026), dan diikuti oleh 53 umat Hindu.

Pembinaan dipimpin oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, I Gede Yogi Fernando, yang mengangkat materi Tri Kaya Parisudha. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama mengajak umat memaknai ajaran Hindu sebagai pedoman membangun kehidupan yang harmonis sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan menjelang Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai persembahyangan Rahina Purnama Karo, seluruh peserta mengikuti Doa Kebangsaan sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah kemerdekaan Indonesia, sekaligus memohon keselamatan, persatuan, dan kemajuan bangsa.

Dalam pembinaannya, I Gede Yogi Fernando menjelaskan bahwa Tri Kaya Parisudha merupakan ajaran suci yang menekankan penyucian tiga perilaku manusia, yakni Manacika (berpikir yang baik), Wacika (berkata yang baik), dan Kayika (berbuat yang baik). Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa yang damai dan harmonis.

"Tri Kaya Parisudha bukan hanya menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan beragama, tetapi juga nilai luhur yang memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Ketika umat mampu menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatannya, maka keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat akan semakin kokoh," ujar I Gede Yogi Fernando.

Menurut I Gede Yogi Fernando, pengamalan Tri Kaya Parisudha juga merupakan bentuk nyata mengisi kemerdekaan. Semangat membangun bangsa dapat diwujudkan melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

Pembinaan berlangsung dalam suasana interaktif. Umat yang hadir aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Pola komunikasi dua arah tersebut membuat materi pembinaan lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan tantangan kehidupan umat saat ini.

Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat terus menguatkan peran penyuluh agama sebagai ujung tombak pembinaan umat. Sinergi antara penguatan nilai-nilai keagamaan dan doa kebangsaan diharapkan mampu melahirkan umat Hindu yang memiliki śraddhā dan bhakti yang kokoh, berkarakter luhur, serta memiliki komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Berita Daerah LAINNYA