Banyuwangi (Bimas Hindu) - Penyelenggara Hindu Kabupaten Banyuwangi melaksanakan pembinaan dalam kegiatan Pertemuan Rutin Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Hindu (KKG PAH) tingkat Sekolah Dasar, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pura Buddhi Luhur itu menjadi momentum penguatan kompetensi dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Hindu di Banyuwangi.
Pertemuan rutin triwulan tersebut dihadiri para guru Pendidikan Agama Hindu tingkat SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan penguatan peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Hindu.
Ketua KKG PAH Kabupaten Banyuwangi, Yudi Joko Susanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyelenggara Hindu yang dinilai memberikan motivasi dan dukungan bagi para guru Hindu di daerah.
Menurutnya, KKG PAH bukan hanya sekadar forum pertemuan rutin, tetapi menjadi rumah bersama bagi para guru untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat tanggung jawab sebagai pendidik dan pembina umat Hindu.
“Apapun yang bisa kita lakukan demi kemajuan umat Hindu, mari kita lakukan bersama dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, menegaskan bahwa guru Hindu harus mampu meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan pendidikan, terutama setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Ia menilai tugas seorang guru tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat sebagai figur teladan bagi peserta didik maupun umat Hindu secara luas.
“Menjadi guru sudah tentu menjadi tauladan, guru itu digugu lan ditiru. Maka wajib hukumnya kita memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas, baik di ruang sekolah maupun di ruang masyarakat,” katanya.
Dalam arahannya, Oksan juga menyampaikan bahwa untuk sementara tugas pengawasan Pendidikan Agama Hindu didelegasikan kepada Penyelenggara Hindu menyusul kekosongan jabatan pengawas. Karena itu, ia mengajak seluruh guru Hindu untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama Kementerian Agama demi meningkatkan kualitas pendidikan agama Hindu di Banyuwangi.
“Kita harus terus berkolaborasi, produktif, dan memperbanyak kegiatan-kegiatan positif. Jangan hanya bangga pada jabatan, tetapi banggalah ketika kita mampu berkarya dan menjadi solusi bagi peserta didik,” tegasnya.
Selain itu, para guru juga diingatkan agar tetap menjaga profesionalisme di tengah berkembangnya berbagai isu terkait guru PPPK di media sosial. Guru diminta tetap fokus menjalankan tugas pendidikan dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi para guru Pendidikan Agama Hindu untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkualitas. Melalui diskusi dan tukar gagasan yang berlangsung dinamis, para peserta sepakat bahwa penguatan kompetensi guru harus berjalan seiring dengan pembinaan karakter peserta didik agar mampu melahirkan generasi Hindu yang cerdas, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
#Bimas Hindu #Penyelenggara Hindu Banyuwangi