Kupang (Bimas Hindu) - Pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Pesan tersebut mengemuka dalam Acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa Pratama Widyalaya Saraswati Kupang Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Subasuka Paradise, Sonaf Room, Kupang, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang menjadi penanda berakhirnya masa belajar siswa di tingkat Pratama Widyalaya tersebut dihadiri Pembimas Hindu Provinsi NTT I Ketut Suji, Ketua Yayasan Upanisada Kupang I Made Suardana Putra, perwakilan Penyelenggara Hindu, kepala sekolah, dewan guru, serta para orang tua siswa.
Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai acara pelepasan yang dirangkai dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Para siswa menampilkan Tari Foti, Tari Puspanjali, Tari Gopala, pembacaan puisi, hingga paduan suara yang membawakan lagu nasional Garuda Pancasila dan lagu daerah Nusa Tenggara Timur Mai Fali E. Penampilan tersebut menjadi gambaran hasil pembelajaran sekaligus ruang ekspresi kreativitas peserta didik selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, I Ketut Suji menyampaikan bahwa pelepasan siswa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting yang menandai keberhasilan peserta didik menyelesaikan satu fase pendidikan dan bersiap memasuki jenjang yang lebih tinggi.
“Hari ini adalah momen yang membahagiakan bagi anak-anak, guru, dan orang tua. Pelepasan ini bukan hanya perpisahan, tetapi juga langkah awal menuju perjalanan pendidikan berikutnya yang akan membentuk masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh lingkungan keluarga yang menjadi tempat pertama anak menerima pendidikan karakter. Karena itu, sinergi antara orang tua dan guru menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu terdapat konsep Maitri, Paitri, dan Acarya Dewa Bawa, yang mengajarkan pentingnya penghormatan kepada ibu, ayah, dan guru sebagai sosok yang memberikan kasih sayang, keteladanan, serta tuntunan dalam kehidupan.
“Anak-anak masih diibaratkan seperti kertas putih. Apa yang ditanamkan sejak dini akan membentuk karakter mereka di masa depan. Karena itu, peran orang tua dan guru sangat menentukan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan,” kata I Ketut Suji.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua terhadap penggunaan telepon genggam dan media digital oleh anak-anak. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak, namun juga berpotensi memberikan dampak negatif apabila tidak disertai pengawasan yang memadai.
“Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, tetapi harus diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan yang baik agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berkarakter,” tegasnya.
Selain pengawasan, anak-anak juga perlu diberikan tanggung jawab sesuai usia mereka agar terbiasa mandiri, disiplin, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang. Pembentukan karakter, menurutnya, tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, I Ketut Suji turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik Pratama Widyalaya Saraswati maupun Adi Widyalaya Saraswati yang selama ini menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam mendidik generasi muda Hindu di Kota Kupang.
Ia menilai peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan yang membentuk karakter dan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, kontribusi para pendidik memiliki arti penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Menutup sambutannya, I Ketut Suji menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Pratama Widyalaya. Ia berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, yayasan, dan orang tua yang telah mengantarkan anak-anak hingga mencapai tahap ini. Mari terus bersinergi untuk menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” pungkasnya.
Pelepasan siswa Pratama Widyalaya Saraswati Kupang tahun ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas capaian peserta didik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, serta berlandaskan nilai-nilai dharma di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.