Bantul (Bimas Hindu) – Suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian mewarnai Gedung Santi Sasana Pura Banguntapan, Bantul, Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 30 srikandi spiritual yang tergabung dalam Sarathi Banten Indonesia (SBI) Koordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dilantik oleh Ketua SBI Pusat, Ni Wayan Wartiniasih.
Pelantikan ini tidak sekadar menjadi seremonial pergantian pengurus, melainkan sebuah momentum penting untuk merefleksikan kembali peran esensial Sarathi dalam kehidupan keagamaan Hindu. Di tengah laju modernisasi, Sarathi dituntut untuk tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman rasa dan spiritualitas.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua SBI Pusat, Ni Wayan Wartiniasih, dalam sambutan kuncinya. Ia mengingatkan bahwa banten bukan sekadar tumpukan materi atau sarana upacara yang indah dipandang mata, melainkan sebuah bahasa semesta dan symbol komunikasi suci antara manusia dengan Sang Pencipta. "Sarathi Banten bukan hanya membuat sarana upacara, namun juga memahami dan memaknai setiap upakara sebagai wujud bhakti dan warisan budaya Hindu yang adi luhung," tegas Wartiniasih di hadapan para pengurus yang baru dilantik.
Pesan mendalam ini sejalan dengan arah kebijakan strategis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI yang terus mendorong peningkatan kualitas pemahaman keagamaan (sadhana) umat. Melalui program pembinaan keagamaan, Ditjen Bimas Hindu senantiasa menekankan agar ritual keagamaan tidak kehilangan jiwanya, melainkan dijalankan dengan kesadaran penuh (mindfulness) terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY, Didik Widya Putra, yang hadir dalam acara tersebut turut membenarkan pentingnya penguatan kapasitas SDM keagamaan ini. Menurutnya, Yogyakarta memiliki karakteristik umat yang unik dengan potensi besar dalam pelestarian tradisi keagamaan Hindu yang inklusif dan harmonis. "Sarathi Banten menjadi bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. Dengan SDM yang dimiliki, Sarathi Banten DIY memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dalam pelestarian tradisi maupun penguatan pemahaman makna upakara Hindu," ujar Didik.
Sementara itu, semangat untuk mempersembahkan pengabdian tulus atau ngayah juga disuarakan oleh Ketua Panitia, I Made Suryani. Kehadiran SBI Korwil DIY dipandang sebagai jembatan kemanusiaan untuk merekatkan umat sekaligus menjaga keluhuran adat. "Sarathi Banten Indonesia Korwil DIY hadir sebagai langkah awal untuk ngayah Bersama umat, melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai luhur agama Hindu di Yogyakarta," ungkapnya hangat.
Pelantikan yang mengusung tema “Sinergitas Sarathi Banten Indonesia dan Sarathi Banten Korwil DIY untuk Meningkatkan Sradha, Kualitas Pelayanan Yajña dan Umat” ini turut dihadiri oleh sulinggih Ida Sri Begawan Dalem Acarya Mahakerti Wira Jagad Manik beserta Ida Begawan Istri, Ketua PHDI DIY, serta jajaran tokoh umat Hindu se-DIY.
Melalui sinergi yang terbangun, gerakan pembinaan ke depan diharapkan mampu melahirkan para Sarathi yang tidak hanya ahli merangkai jaitan dan sarana fisik, melainkan mampu menjadi agen literasi yang menjelaskan indahnya filosofi setiap upakara kepada generasi muda, demi masa depan umat Hindu yang berkarakter dan moderat.