Membangun Prajurit Tangguh Lewat Spiritualitas, Dharma, dan Pengendalian Diri

Membangun Prajurit Tangguh Lewat Spiritualitas, Dharma, dan Pengendalian Diri

Pekanbaru (Bimas Hindu) - Penguatan mental dan spiritual prajurit menjadi perhatian penting di tengah tantangan era modern dan perkembangan digital yang semakin kompleks. Untuk itu, Badan Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam (Bintaljarahdam) XIX/Tuanku Tambusai menggelar kegiatan Bimbingan Mental (Bintal) Kerohanian Hindu di Wantilan Pura Agung Jagatnatha, Pekanbaru, Riau, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti prajurit dan anggota TNI beragama Hindu di wilayah Pekanbaru sebagai bagian dari pembinaan karakter, penguatan moral, serta peningkatan kualitas spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bintaljarahdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Disi Purwiantono, Pembimas Hindu Provinsi Riau, Mustakim, Pinandita Pura Agung Jagatnatha Jero Mangku Ketut Sujarwo, Kawit, S.Ag, serta jajaran prajurit Hindu di lingkungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Pelaksanaan bimbingan mental berlangsung khidmat melalui persembahyangan bersama dan pembinaan kerohanian yang menitikberatkan pada penguatan nilai spiritual, kedisiplinan, nasionalisme, serta etika pengabdian prajurit.

Dalam sambutannya, Kepala Bintaljarahdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Disi Purwiantono, menegaskan bahwa kekuatan utama seorang prajurit tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik dan keterampilan militer, tetapi juga pada keteguhan mental dan spiritual.

“Kita semua menyadari bahwa kekuatan sejati seorang prajurit tidak hanya terletak pada fisik dan kemampuan teknis semata, tetapi juga pada kekuatan batin dan kerohanian yang bersumber dari keyakinan spiritual yang kokoh,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting agar prajurit mampu menjalankan tugas negara dengan integritas, tanggung jawab, serta pengendalian diri yang baik di tengah tantangan kehidupan modern.

Ia juga mengajak seluruh umat Hindu untuk terus menjaga sradha dan bhakti melalui penerapan nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk pribadi yang Satyam, Siwam, Sundaram, yaitu pribadi yang benar, suci, dan indah dalam perilaku,” katanya.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi Riau, Mustakim, menjelaskan bahwa nilai nasionalisme dan bela negara sejatinya memiliki keterkaitan erat dengan ajaran luhur Hindu yang menekankan pengabdian tulus dan tanggung jawab moral.

Ia menyebut konsep Vasudhaiva Kutumbakam mengajarkan pentingnya persatuan dan persaudaraan, sedangkan Dharma menjadi landasan moral dalam menjalankan kewajiban membela negara.

Selain itu, ajaran Tri Kaya Parisudha yang menekankan berpikir, berkata, dan berbuat baik dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan prajurit maupun masyarakat secara luas.

“Dengan demikian, setiap pelayanan dan pengabdian kepada bangsa dan negara dapat dimaknai sebagai ibadah atau persembahan suci (Yadnya) kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Mustakim.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun ketahanan spiritual melalui kedisiplinan beribadah, pengendalian diri terhadap Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia, serta menjaga keseimbangan jasmani dan rohani.

Kegiatan pembinaan mental tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter prajurit TNI yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, ketenangan batin, dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pembinaan kerohanian tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan prajurit tidak hanya dibangun melalui fisik dan disiplin, tetapi juga melalui keteguhan moral serta spiritualitas dalam menjaga pengabdian kepada bangsa dan negara.

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu Riau #Bintal Kerohanian Hindu


Berita Daerah LAINNYA