Klungkung (BIMAS HINDU) — Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus memperkuat pendekatan pelayanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat melalui pembinaan umat yang membumi dan menyentuh kebutuhan spiritual. Upaya ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada poin Layanan Keagamaan Berdampak serta Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan melalui pendampingan keagamaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan penguatan nilai-nilai kehidupan beragama.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung berkolaborasi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung memberikan pembekalan kepada peserta dharmika di Banjar Jumpai Kawan, Desa Jumpai, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri calon dharmika bersama tokoh adat, keluarga, dan masyarakat setempat.
Dalam pembekalan itu, penyuluh memberikan penguatan terkait ajaran Panca Sradha, doa-doa sehari-hari, serta pemahaman mengenai implementasi toleransi dan kerukunan umat beragama dalam kehidupan sosial masyarakat.
Tokoh adat Desa Jumpai menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan dari penyuluh agama mampu menjembatani pemahaman ajaran agama dengan praktik adat yang telah berkembang di tengah masyarakat.
“Remaja sekarang membutuhkan penjelasan yang relevan dan mudah dipahami. Melalui pembekalan ini, mereka menjadi lebih memahami alasan nilai adat dan upacara tetap dijaga,” ungkapnya.
Salah satu peserta juga mengaku memperoleh pemahaman baru terkait makna prosesi Sudhi Wadani.
“Ternyata Sudhi Wadani bukan hanya prosesi keagamaan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral dan sosial yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain pembekalan di Desa Jumpai, pendampingan terhadap calon dharmika juga dilakukan dalam prosesi Sudhi Wadani pasangan suami istri yang sebelumnya memeluk Agama Buddha dan kini resmi menjadi umat Hindu. Prosesi yang berlangsung di Sekretariat PHDI Kabupaten Klungkung tersebut turut didampingi Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung bersama Ketua PHDI Kabupaten Klungkung, I Kadek Candra.
Dalam pembinaan tersebut, pasangan calon dharmika diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar ajaran Hindu, tata cara persembahyangan, serta penerapan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan dan komitmen bersama untuk menjadikan nilai-nilai dharma sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Pembinaan kepada dharmika juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Asta Protas “Kemenag Berdampak” di tengah masyarakat.