Jayapura (BIMAS HINDU) — Keharmonisan di dalam rumah tangga merupakan fondasi utama yang mendukung keberhasilan tugas seorang abdi negara di lapangan. Menyadari peran krusial tersebut, Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, I Wayan Wira Adnyana, turun langsung memberikan pembinaan rohani dan mental kepada jajaran pengurus serta anggota Bhayangkari Kepolisian Daerah Papua. Kegiatan penguatan spiritual yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pura Agung Surya Bhuvana, Kota Jayapura, pada Senin (20/07/2026).
Dalam arahannya, I Wayan Wira Adnyana menititikberatkan pada pentingnya pemahaman ajaran agama dan literasi pengetahuan sebagai kompas atau landasan berpikir serta bertindak dalam mengarungi dinamika rumah tangga. Pengetahuan yang kuat dan terarah dinilai menjadi benteng utama dalam menciptakan hubungan keluarga yang harmonis, senantiasa berlandaskan pada prinsip Sukinah (kedamaian dan kebahagiaan sejati).
"Pengetahuan adalah sumber dari segala kebijakan. Tanpa adanya pengetahuan dan pemahaman agama yang benar, akan sangat sulit bagi sebuah keluarga untuk bertahan menghadapi badai tantangan hidup dan mewujudkan keharmonisan yang sejati di dalam rumah," tegas I Wayan Wira Adnyana di hadapan para peserta.
Pada kesempatan tatap muka tersebut, Pembimbing Masyarakat Hindu juga memberikan penekanan mendasar yang harus dipegang teguh oleh para anggota Bhayangkari dalam kapasitasnya sebagai pendamping abdi negara. Ia menyoroti urgensi kesetiaan sebagai wujud dukungan utama bagi suami.
"Para istri harus selalu setia dan memosisikan diri sebagai sistem pendukung paling utama bagi suami, khususnya dalam menjalankan tugas kepolisian yang penuh dinamika dan risiko di tanah Papua," pesan I Wayan Wira Adnyana.
Lebih lanjut, ia menjabarkan betapa vitalnya peran seorang istri dalam menjaga stabilitas emosional dan kekuatan suami melalui kondisi rumah tangga yang harmonis.
"Ciptakan suasana rumah yang tenang, aman, dan kondusif. Rumah yang damai akan membuat suami senantiasa memiliki ketahanan mental dan fisik yang prima saat harus bertugas menjaga keamanan di lapangan," tambahnya.
Sebagai penutup arahannya, I Wayan Wira Adnyana mengingatkan pentingnya pengendalian diri agar terhindar dari sifat angkuh atas jabatan atau kewenangan yang saat ini sedang diemban oleh suami.
"Segala bentuk kekuatan, jabatan, maupun kewenangan yang melekat pada institusi suami hendaknya dijaga dengan penuh kebijaksanaan. Atribut tersebut tidak boleh dijadikan sebagai ajang kesombongan, melainkan murni sebagai sarana untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara dengan penuh kerendahan hati," urainya dengan tegas.
Melalui sentuhan pembinaan kerohanian ini, diharapkan seluruh anggota Bhayangkari Kepolisian Daerah Papua dapat semakin solid, bijaksana, dan tangguh secara mental. Dengan menjadi pilar pendukung yang kokoh di dalam rumah tangga, mereka turut berkontribusi langsung pada keberhasilan tugas-tugas kepolisian demi merawat kedamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.