Banyuwangi (Bimas Hindu) - Upaya memperkuat koordinasi, konsolidasi organisasi, serta evaluasi program pembinaan umat Hindu terus dilakukan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi melalui kegiatan Pasamuan Madya yang digelar di Kantor Sekretariat Yayasan Giri Salaka, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus Harian dan Walaka PHDI Kabupaten Banyuwangi, Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, perwakilan PHDI kecamatan se-Banyuwangi, serta unsur lembaga keagamaan Hindu lainnya.
Ketua Yayasan Giri Salaka menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasannya sebagai tuan rumah kegiatan strategis tersebut. Ia menilai Pasamuan Madya menjadi ruang penting untuk mempererat koordinasi antarlembaga keagamaan Hindu sekaligus memperkuat arah pembinaan umat di Banyuwangi.
“Kami merasa bangga dan terhormat karena Yayasan Giri Salaka dipercaya menjadi tempat pelaksanaan Pasamuan Madya tingkat kabupaten. Semoga forum ini menghasilkan gagasan dan keputusan terbaik bagi kemajuan umat Hindu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pihak yayasan juga menyampaikan rencana pendirian Pratama Widyalaya pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan keagamaan Hindu sejak usia dini. Dukungan dari seluruh elemen umat diharapkan dapat mempercepat realisasi program tersebut.
Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Sardiyanto menegaskan bahwa Pasamuan Madya merupakan bagian penting dalam mekanisme organisasi untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah strategis pembinaan umat Hindu ke depan.
Sardiyanto mengatakan kegiatan ini menjadi sarana menyatukan pandangan dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Hindu di masing-masing wilayah.
“Pasamuan Madya bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi momentum untuk mengevaluasi program kerja serta memperkuat komitmen pelayanan kepada umat Hindu,” kata Sardiyanto.
Ia menambahkan, PHDI memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan sraddha dan bhakti umat melalui pembinaan yang berkelanjutan. Selain itu, PHDI juga dituntut hadir sebagai penggerak, penyeimbang, sekaligus pemersatu dalam kehidupan keagamaan umat Hindu.
Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kankemenag Banyuwangi, Oksan Wibowo menilai Kegiatan ini memiliki arti penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat Hindu saat ini. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga harmoni dan kekuatan umat.
“Umat Hindu saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, Pasamuan Madya menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kita sebagai pelayan umat,” ujarnya.
Oksan Wibowo menegaskan bahwa setiap hasil pembahasan dalam forum harus diwujudkan dalam langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Hindu di Banyuwangi.
“Hasil Pasamuan ini tidak boleh berhenti sebagai wacana. Harus ada tindak lanjut nyata demi membangun kembali kepercayaan umat. Jika bukan kita yang hadir melayani umat, lalu kepada siapa lagi harapan itu disandarkan,” tegasnya.
Pasamuan Madya ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi organisasi, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian antarumat Hindu di Banyuwangi. Dari Kegiatan ini lahir komitmen bersama untuk memperkuat pembinaan keagamaan, mempererat persaudaraan umat, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Hindu hingga ke tingkat akar rumput.
#Bimas Hindu #Penyelenggara Hindu Banyuwangi