Penyuluh Agama Hindu Didorong Dokumentasikan Kidung Suci untuk Perkuat Warisan Budaya Generasi Muda

Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku saat menghadiri Piodalan/Pujawali di Pura Puja Nirwana, Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru

Buru (Bimas Hindu) — Penyuluh Agama Hindu didorong menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian kidung-kidung suci melalui dokumentasi dan publikasi digital agar warisan budaya serta nilai-nilai spiritual Hindu tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan oleh Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku saat menghadiri Piodalan/Pujawali di Pura Puja Nirwana, Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, yang berlangsung pada Purnama Kedasa, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh umat Hindu setempat bersama dosen pendamping dan mahasiswa KKN Nusantara VI Tahun 2026 dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.

Dalam sambutannya, Pembimas Hindu mengapresiasi tingginya sradha dan bhakti umat Hindu dalam menjaga pelaksanaan yadnya sekaligus mempertahankan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kekayaan budaya yang mendapat perhatian khusus adalah kidung-kidung suci Jawa yang hingga kini masih dilantunkan dalam setiap rangkaian upacara keagamaan.

Menurutnya, kidung suci merupakan bagian penting dari warisan budaya dan spiritual umat Hindu yang mengandung nilai-nilai dharma, etika, filosofi kehidupan, serta identitas keagamaan. Oleh karena itu, pelestariannya tidak cukup hanya dilakukan melalui tradisi lisan, tetapi juga harus memanfaatkan teknologi digital agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Kami berharap Penyuluh Agama Hindu dapat berkolaborasi dengan pasraman, tokoh agama, dan masyarakat untuk mendokumentasikan kidung-kidung suci yang masih hidup di tengah umat. Dokumentasi tersebut kemudian dipublikasikan melalui berbagai kanal media sosial Bimas Hindu sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.

Menurut Pembimas Hindu, dokumentasi digital menjadi langkah strategis untuk mencegah terputusnya pewarisan pengetahuan mengenai kidung-kidung suci. Kehadiran konten edukatif di media sosial Bimas Hindu diharapkan mampu memperkenalkan kembali kekayaan tradisi Hindu kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kecintaan mereka terhadap budaya dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan para leluhur.

Lebih dari itu, upaya dokumentasi dan digitalisasi kidung suci diharapkan dapat membangun arsip budaya Hindu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, bahan penelitian, hingga media edukasi publik. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berdampak bagi umat Hindu, tetapi juga memperkaya khazanah budaya bangsa serta memperkuat moderasi beragama melalui pengenalan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi keagamaan Hindu.

Pelaksanaan Piodalan/Pujawali berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar berkat sinergi antara umat Hindu, panitia, penyuluh agama, dosen pendamping, dan mahasiswa KKN Nusantara. Momentum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat mampu memperkuat pelestarian tradisi keagamaan sekaligus memperkokoh sradha dan bhakti umat Hindu di Kabupaten Buru.


Berita Daerah LAINNYA