Penyuluh Hindu Kemenag Bangli Perkuat Pemulihan Rehabilitan NAPZA melalui Empat Pilar

Empat Pilar, menumbuhkan harapan untuk pulih. Hashtag:

Bangli (Bimas Hindu) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada kelompok binaan rehabilitan NAPZA di RSJ Manah Shanti Mahottama, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ruang Pulih untuk mendukung proses pemulihan melalui penguatan nilai spiritual dan pembinaan keagamaan.

Bimbingan diberikan oleh Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma, Ni Wayan Wiraswastini, dan Ni Nyoman Sutiari kepada 26 peserta. Materi yang diangkat bertema “Seni Pemulihan dengan Empat Pilar”, yakni kejujuran, pengendalian diri, kesucian, dan kasih sayang.

Dalam penyuluhan, peserta diajak memahami pentingnya membangun karakter dan kemampuan mengendalikan diri sebagai bagian dari proses pemulihan. Keempat pilar tersebut menjadi landasan untuk membangun kesadaran diri dan menjauhi perilaku yang dapat merusak kehidupan, antara lain perjudian, mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkotika, perzinaan, dan kekerasan.

Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma mengatakan pemulihan tidak hanya membutuhkan pendampingan fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar peserta memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri.

“Melalui empat pilar ini, kami mengajak para rehabilitan untuk membangun kejujuran dalam diri, mampu mengendalikan pikiran dan perilaku, menjaga kesucian diri, serta menumbuhkan kasih sayang. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan membangun kehidupan yang lebih positif,” ujar Sudarma.

Menurut Sudarma, pembinaan melalui Program Ruang Pulih juga menjadi ruang bagi peserta untuk menemukan kembali keyakinan, harapan, dan motivasi dalam menjalani proses pemulihan.

“Yang terpenting adalah membangun kesadaran dari dalam diri. Ketika seseorang memiliki kemauan untuk berubah dan didukung dengan nilai-nilai spiritual, maka proses pemulihan dapat dijalani dengan lebih kuat dan penuh harapan,” imbuhnya.

Kegiatan berlangsung secara komunikatif dan berorientasi pada pembinaan. Pendampingan keagamaan tersebut diarahkan untuk membantu peserta memperkuat mental dan spiritual, meningkatkan kualitas kehidupan, serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, harmonis, dan bermakna.

Melalui Program Ruang Pulih, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli terus memberikan pendampingan keagamaan kepada kelompok binaan rehabilitan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dalam proses pemulihan.

“Pembinaan keagamaan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai positif sekaligus mendorong peserta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat,” kata Sudarma.

Kontributor : I Made Juni Saputra SE


Berita Daerah LAINNYA