Persembahyangan Tilem Jiyestha di Candi Prambanan, Perkuat Bhakti dan Kebersamaan Nusantara

Persembahyangan Tilem Jiyestha di Candi Prambanan

Yogyakarta (BIMAS HINDU) - Suasana khidmat dan penuh spiritualitas menyelimuti Candi Prambanan dalam pelaksanaan Persembahyangan Tilem Sasih Jiyestha pada Sabtu (16/5/2026). Sekitar 500 umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan Solo Raya, serta umat Hindu dari Bali yang tengah melaksanakan Tirta Yatra, hadir menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Persembahyangan dipuput oleh Ida Bhagawan Shri Rastra Jaya Dharma Putra dari Griya Agung Panji, Singaraja, Bali. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan pelaksanaan Tilem yang menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan penyucian diri dan meningkatkan kesadaran rohani.

Kunjungan umat Hindu untuk melaksanakan persembahyangan pada hari-hari suci keagamaan maupun Tirta Yatra di Candi Prambanan terus menunjukkan peningkatan signifikan. Selain dikenal sebagai warisan budaya dunia, Candi Prambanan kini juga menjadi pusat spiritual umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Momentum suci seperti Tilem, Purnama, Saraswati, dan Siwaratri dimanfaatkan umat untuk memperkuat sraddha dan bhakti melalui persembahyangan bersama.

Jero Gede Purwanto selaku Ketua PHDI Gunungkidul yang mewakili Pembimas Hindu DIY menyampaikan apresiasi atas meningkatnya antusiasme umat Hindu dalam melaksanakan persembahyangan di kawasan candi.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas semakin meningkatnya kunjungan umat Hindu dalam rangka persembahyangan pada hari-hari suci keagamaan maupun pelaksanaan Tirta Yatra di Candi Prambanan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran spiritual umat terus tumbuh, sekaligus menegaskan fungsi Candi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu Nusantara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kesucian dan kelestarian kawasan candi sebagai warisan leluhur yang adi luhung.

“Melalui momentum ini, kami berharap umat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu memaknai setiap persembahyangan sebagai upaya peningkatan kualitas diri, memperkuat sraddha dan bhakti, serta menjaga harmoni dengan sesama dan alam semesta,” tegasnya.

Ketua PHDI Solo Raya, I Wayan Tuddy, turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi umat Hindu dari berbagai wilayah yang hadir bersama dalam Persembahyangan Tilem Sasih Jiyestha. Menurutnya, kebersamaan lintas daerah menjadi wujud nyata persatuan umat Hindu dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai dharma.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dharma Wacana disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Sragen, Gayatri, dengan tema “Yadnya Sebagai Landasan Utama dalam Kehidupan Umat Hindu.” Ia menjelaskan bahwa yadnya merupakan bentuk pengabdian tulus kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta.

“Banten adalah simbol-simbol dari kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan mengikuti upacara yadnya, sejatinya kita telah mewujudkan salah satu bentuk bhakti dan pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkapnya.

Kegiatan semakin semarak dengan persembahan Tari Rejang oleh Sanggar Natya Swari Denpasar yang menambah nuansa sakral sekaligus memperkaya nilai budaya dalam rangkaian persembahyangan.

Melalui pelaksanaan Persembahyangan Tilem Sasih Jiyestha ini, umat Hindu diharapkan senantiasa meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persatuan lintas daerah, serta terus menjaga dan menghidupkan fungsi candi sebagai pusat spiritual umat Hindu di Indonesia.


Berita Daerah LAINNYA