Yogyakarta (BIMAS HINDU) - Pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Hindu di tengah perkembangan zaman. Utsawa Dharma Gita bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, serta pelestarian sastra suci Hindu yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui pembinaan yang terarah dan kolaborasi yang solid, diharapkan lahir generasi Hindu yang unggul, berprestasi, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan peserta terbaik, Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama DIY Didik Widya Putra bersama pengurus LPDG DIY mulai mematangkan persiapan seleksi Kontingen Utsawa Dharma Gita tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan strategis tersebut digelar di Pura Jagatnatha Banguntapan pada Jumat (08/05/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri pengurus LPDG tingkat provinsi serta perwakilan pengurus kabupaten dan kota se-DIY. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menandakan komitmen bersama dalam membangun kontingen yang siap bersaing di tingkat nasional. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis dibahas secara mendalam, mulai dari mekanisme seleksi peserta, pembentukan tim juri yang profesional dan objektif, hingga penyiapan pelatih dan pendamping yang akan mendukung proses pembinaan di masing-masing daerah.
Langkah ini dilakukan agar proses penjaringan peserta tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis semata, tetapi juga memperhatikan pembinaan mental, kedisiplinan, serta pemahaman nilai-nilai dharma yang menjadi ruh dalam Utsawa Dharma Gita. Dengan pembinaan yang intensif dan merata, setiap daerah diharapkan mampu menghadirkan peserta terbaik yang siap tampil maksimal membawa nama DIY.
Dalam arahannya, Didik Widya Putra menegaskan pentingnya sinergi dan kerja bersama dalam menghadapi pelaksanaan UDG mendatang. Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga kualitas pembinaan dan kekompakan seluruh tim pendukung.
“Kita bergerak cepat melakukan pemetaan, menyiapkan juri yang objektif, serta memastikan setiap daerah didampingi pelatih hebat. Fokus kita adalah menyiapkan kontingen yang solid menuju juara nasional,” tegasnya di hadapan para pengurus.
Ia juga menyampaikan bahwa Utsawa Dharma Gita memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Hindu melalui seni baca kitab suci, dharma gita, dan berbagai cabang lomba keagamaan lainnya. Oleh karena itu, proses pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai spiritual, etika, dan budaya Hindu tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah antara Pembimas Hindu, LPDG, dan seluruh pengurus kabupaten/kota dalam mempersiapkan kontingen DIY yang unggul dan kompetitif. Selain menargetkan prestasi di tingkat nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan umat Hindu serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan sastra suci Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta.