Tulang Bawang (BIMAS HINDU) - Dalam upaya meningkatkan pemahaman umat terhadap program keagamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan Sosialisasi Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) dan Pembinaan Umat dilaksanakan di Desa Wiratama, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyelenggara Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Narsono, S.Ag, bersama para penyuluh agama Hindu dan staf, serta pengurus PHDI Kabupaten Tulang Bawang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari upaya sinergi dalam membina umat Hindu di tingkat desa.
Narsono, S.Ag menegaskan pentingnya peran RBKS dalam membangun keluarga Hindu yang harmonis dan religius. “Melalui program RBKS ini, kita ingin membentuk keluarga yang sukinah, yakni keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai dharma. Ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kehidupan beragama umat Hindu,” ujarnya.
Pelaksanaan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat terkait program RBKS sebagai wadah pembinaan keluarga yang harmonis dan religius. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan umat agar semakin aktif dalam kegiatan keagamaan serta memperkuat kehidupan spiritual di tengah masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari umat Hindu Desa Wiratama. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Salah satu peserta menyampaikan apresiasinya, “Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan kami tentang pembinaan keluarga yang harmonis serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama,” ujarnya.

Sementara itu, pada Selasa (7/4/2026), tindak lanjut kegiatan dilakukan melalui koordinasi antara Guru Pendidikan Agama Hindu, I Gede Windia, S.Pd.H., M.H., dan Ngurah Alit Putra Wijaya, S.Ag dengan Penyelenggara Hindu Kabupaten Tulang Bawang.
Dalam kesempatan tersebut, I Gede Windia menyampaikan pentingnya koordinasi terkait administrasi guru. “Koordinasi ini penting untuk memastikan laporan Tunjangan Profesi Guru (TPG) serta pelaksanaan E-Kinerja tahun 2026 berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai aturan,” jelasnya.
Langkah koordinatif ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme guru agama Hindu sekaligus memastikan tata kelola administrasi berjalan optimal dalam mendukung pelayanan pendidikan keagamaan di daerah.