Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Pura Puseh, Umat Hindu Lampung Tengah Wujudkan Tri Hita Karana Lewat Ekotheologi

Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Pura Puseh, Umat Hindu Lampung Tengah Wujudkan Tri Hita Karana Lewat Ekotheologi

Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Suasana Pura Puseh di Kampung Mataram Jaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, terasa berbeda pada Rabu pagi, 21 Mei 2026. Kawasan pura yang biasa menjadi tempat ibadah umat Hindu itu kali ini disulap menjadi panggung gerakan ekologis: pohon-pohon ditanam di setiap sudut halaman, sementara ribuan benih ikan dilepaskan ke embung desa tak jauh dari sana.

Penyelenggara Hindu bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Tengah sukses menyelenggarakan kegiatan penguatan spiritual berbasis lingkungan hidup atau Ekotheologi sebuah pendekatan yang menyatukan kesadaran teologis dengan tanggung jawab ekologis nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Penyelenggara Hindu Kemenag Lampung Tengah, para Penyuluh Agama Hindu, pengurus adat, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Bandar Mataram, serta Kepala Kampung Mataram Jaya mencerminkan sinergi lintas elemen antara negara, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal.

Penyelenggara Hindu Kemenag Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda Ekotheologi ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian langsung dari program kerja Kementerian Agama RI sekaligus wujud konkret implementasi ajaran Tri Hita Karana filsafat keseimbangan Hindu yang mengatur hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan).

"Harapannya, melalui gerakan Ekotheologi ini, kawasan Pura Puseh bisa menjadi lebih asri, rindang, dan nyaman digunakan sebagai tempat ibadah," ujar Dewa Gede di sela-sela kegiatan.

Respons positif datang dari jajaran tokoh adat setempat. Ketua Adat Kampung Mataram Jaya, Wayan Sukadana, menyambut hangat inisiatif tersebut dan menyebut program ini sebagai pemantik semangat gotong royong dalam merawat ruang sakral bersama.

"Kami sangat berterima kasih atas program ini. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi seluruh umat untuk lebih merawat pura secara konsisten dan tergerak melaksanakan aksi serupa di masa mendatang," pungkas Wayan Sukadana.

Usai prosesi penanaman pohon, rombongan bergerak menuju embung desa yang berlokasi tak jauh dari Pura Puseh. Di sana, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran benih ikan meliputi tiga spesies air tawar: Ikan Gurame, Nila Merah, dan Ikan Patin. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial keagamaan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Aksi ganda ini sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag dalam membumikan praktik ekologi nyata sebagai bagian integral dari kehidupan beragama. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang mendalam bahwa alam adalah mahakarya Tuhan yang wajib dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

#Bimas Hindu #Penyelenggara Hindu Lampung Tengah


Berita Daerah LAINNYA