Tokoh Agama dan Adat di Belitung Satukan Langkah Perkuat Harmoni Sosial

Tokoh Agama dan Adat di Belitung Satukan Langkah Perkuat Harmoni Sosial

BELITUNG (Bimas Hindu) - Upaya memperkuat moderasi beragama dan menjaga kondusivitas wilayah terus dilakukan melalui dialog bersama tokoh dan umat Hindu di Kabupaten Belitung. Kegiatan bertema “Upaya Memperkuat Moderasi Beragama, Deteksi Dini Potensi Konflik dan Menjaga Kondusivitas Wilayah” digelar di Wantilan Pura Ulunjagad Gunung Langir, Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari Pembimas Hindu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PHDI Kabupaten Belitung, tokoh adat, WHDI, penyuluh agama Hindu, tokoh umat, serta umat Hindu di wilayah Desa Pelepak Pute.

Dialog dilaksanakan sebagai ruang komunikasi dan penyerapan aspirasi umat secara langsung terkait potensi konflik sosial berbasis keagamaan, baik yang bersifat internal maupun antarumat beragama. Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah perkembangan era digital yang dinamis.

Pembimas Hindu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, I Nengah Wiardiasa menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi konflik sosial yang dapat muncul di tengah masyarakat, terutama akibat kesalahpahaman dan informasi yang berkembang di ruang digital.

“Kita harus peduli terhadap indikasi adanya konflik sosial berbasis keagamaan di sekitar kita. Jangan sampai umat mengalami konflik sosial baik intern maupun ekstern, terlebih di zaman digitalisasi seperti sekarang ini, konflik dan kesalahpahaman lebih mudah terjadi hingga berkembang menjadi konflik yang besar,” ujar Wiardiasa.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi langkah strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai di tengah keberagaman.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi dan membangun ruang dialog agar berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Selain dialog dan penguatan moderasi beragama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kitab suci dan buku keagamaan Hindu secara simbolis kepada umat Hindu di Belitung. Bantuan diserahkan langsung oleh Pembimas Hindu kepada Ketua PHDI Kabupaten Belitung, Wayan Suta.

Penyerahan bantuan keagamaan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan literasi keagamaan umat sekaligus menjadi sarana pembinaan spiritual di tengah masyarakat Hindu di Kabupaten Belitung.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa kerukunan dan harmoni sosial perlu dijaga bersama melalui komunikasi, kepedulian, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat. Kesadaran untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini juga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang damai dan kondusif.

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu Babel


Berita Daerah LAINNYA