Klungkung (BIMAS HINDU) - Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus berkomitmen dalam memperkuat harmoni sosial dan menanamkan nilai-nilai karakter di lingkungan pendidikan. Komitmen ini diwujudkan melalui program Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA) yang menyapa para siswa di SMP Negeri 3 Klungkung pada Kamis (30/4/25).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Prorgam Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam upaya memberikan Layanan Keagamaan yang Berdampak langsung kepada Umat serta Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi. Mengangkat tema sentral "Anti-Bullying", kegiatan ini menghadirkan kolaborasi unik antara Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu dan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Klungkung.
Perwakilan Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Dewa Ayu Antari, menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi siswa mengenai bahaya perundungan dari berbagai perspektif agama.
"Kami ingin menanamkan nilai toleransi, kerukunan, dan harmoni sosial sejak dini. Bullying bukan sekadar masalah kenakalan remaja, tetapi tindakan agresif yang merusak martabat manusia," ujar Dewa Ayu.
Dalam kegiatan ini tim penyuluh mengupas tuntas aspek spiritual dalam melawan perundungan diantaranya :
- Perspektif Hindu: Mengutip Kitab Sarasamuscaya Sloka 129, ditegaskan larangan keras untuk menghina sesama berdasarkan fisik, pengetahuan, rupa, maupun status sosial. Ajaran ini menekankan bahwa setiap individu wajib dihormati tanpa memandang kekurangan.
- Perspektif Islam: Berpedoman pada Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11, penyuluh menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan zalim dan haram. Islam mengedepankan lisan yang terjaga serta sikap saling menghormati demi menjaga kehormatan sesama manusia.
Program KARMA kali ini juga menghadirkan sesi konseling interaktif. Sesi ini di desain sebagai wadah pendampingan bagi siswa untuk mencurahkan keresahan mereka sekaligus memperkuat pemahaman mengenai perilaku sosial yang positif.
"Kampanye ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif dan inklusif. Kita ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang menghargai perbedaan sebagai kekayaan bangsa," pungkas Dewa Ayu.
Melalui program KARMA, Kemenag Klungkung berharap semangat moderasi beragama dapat meresap hingga ke level akar rumput, dimulai dari bangku sekolah, guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih damai dan saling melindungi.