Klungkung (BIMAS HINDU) – Setiap jiwa terlahir dengan percikan cahaya suci dan potensi agung yang utuh, menunggu untuk dibimbing agar dapat memancar dan menerangi jalan kehidupan mereka di tengah dunia. Berangkat dari keyakinan teologis bahwa kasih sayang dan kesempatan harus diberikan secara adil tanpa batasan fisik, jajaran Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menghadirkan ruang pemberdayaan yang inklusif melalui program unggulan SEMESTA (Sarana Edukasi Pengembangan Sumber Daya Talenta Disabilitas Berbasis Agama) di Sekolah Menengah Luar Biasa Negeri 1 Klungkung pada Jumat (24/07/2026).
Kegiatan pembinaan vokasi dan spiritual yang sarat akan makna kemanusiaan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan sarana upakara suci berupa canang dan pejati. Istimewanya, program ini tidak sekadar berhenti pada ruang transfer pengetahuan teoretis atau latihan di dalam kelas, melainkan langsung dijembatani menuju ranah aplikasi praktis, di mana seluruh hasil karya tangan kreatif para siswa disalurkan langsung ke pasar untuk menghasilkan nilai ekonomis riil di tengah masyarakat.
Pelaksanaan program pemberdayaan yang berlangsung penuh kehangatan ini digawangi langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Ayu Antari, yang dengan sabar mendampingi belasan siswa penyandang disabilitas dari berbagai kategori kebutuhan khusus yang tergabung dalam kelas SEMESTA. Di bawah bimbingan penuh kasih, para peserta tidak hanya diajak menganyam janur dan merangkai bunga, tetapi juga dibimbing untuk memahami nama, filosofi, serta makna luhur dari setiap sarana upakara yang mereka ciptakan dalam kerangka ajaran suci agama Hindu.
Pendampingan yang diterapkan dirancang secara khusus dengan metode pembelajaran yang adaptif, menyesuaikan ritme dan kapasitas masing-masing peserta didik, sehingga setiap anak dapat terlibat secara aktif, meresapi pengalaman praktik, dan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi.
Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan pelatihan, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Ayu Antari, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai jembatan masa depan bagi para siswa berkebutuhan khusus agar kelak mampu berdiri di atas kaki sendiri.
"Melalui program SEMESTA ini, harapan terbesar kami adalah anak-anak istimewa ini tidak sekadar menguasai keterampilan merangkai sarana upakara, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang berdaulat, memiliki keyakinan diri yang kuat, dan berani menatap masa depan. Keterampilan yang mereka raih dengan ketulusan hati hari ini adalah bekal suci untuk membangun kemandirian ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta membuktikan kepada dunia bahwa keterbatasan fisik bukanlah sekat yang mampu membatasi luasnya potensi jiwa untuk terus berkarya," tutur Ayu Antari dengan penuh kelembutan dan optimisme.
Aspek paling revolusioner dalam pelaksanaan program ini adalah adanya rantai ekonomi langsung melalui proses pemasaran karya kepada masyarakat luas. Selepas merampungkan pembuatan sarana upakara tersebut, hasil jerih payah para siswa dipasarkan ke tengah masyarakat. Pengalaman nyata ini menanamkan kesadaran psikologis yang mendalam pada diri para peserta bahwa karya tangan mereka memiliki nilai guna, dihargai oleh sesama, serta mampu menghasilkan pundi-pundi ekonomi secara mandiri.
Inovasi berkelanjutan yang dihadirkan melalui program SEMESTA ini menjelma menjadi ruang hidup yang aman dan membanggakan bagi siswa Sekolah Menengah Luar Biasa Negeri 1 Klungkung untuk terus mengenali, mengasah, dan merayakan potensi diri mereka. Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan vokasional, kegiatan ini menjadi wahana penyembuhan batiniah untuk meruntuhkan rasa minder, menumbuhkan harga diri, dan mempersiapkan fondasi kemandirian hidup di masa depan.
Langkah progresif ini selaras secara utuh dengan arah kebijakan strategis delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Terkhusus dalam pilar "Layanan Keagamaan Berdampak" serta "Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi", Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung membuktikan bahwa negara hadir merangkul seluruh anak bangsa memastikan bahwa pembinaan keagamaan mampu menyentuh setiap lapisan tanpa terkecuali, serta membuka pintu seluas-luasnya bagi tumbuh kembangnya potensi, kemandirian, dan kesejahteraan setiap peserta didik di bumi pertiwi.