KLUNGKUNG (BIMAS HINDU) - Menanamkan nilai-nilai keagamaan serta membangun karakter mulia generasi muda memerlukan pendekatan yang humanis dan dekat dengan realitas kehidupan siswa. Berkomitmen mewujudkan hal tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menggelar koordinasi intensif bersama pihak SMP Negeri 3 Banjarangkan guna mematangkan persiapan kegiatan Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA).
Pertemuan koordinasi yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) tersebut dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian Program KARMA yang dijadwalkan pada Kamis, 30 Juli 2026 di SMP Negeri 3 Banjarangkan dapat berjalan optimal, terarah, dan memberikan dampak substantif bagi para peserta didik.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Nyoman Tirtayasa, mengungkapkan bahwa koordinasi ini mencakup penyelarasan materi penyuluhan, penetapan target peserta, teknis pelaksanaan di lapangan, hingga penguatan kerja sama antarpihak.
"Kegiatan KARMA ini dirancang sebagai ruang edukatif dan inklusif bagi para siswa untuk memperoleh pemahaman keagamaan secara mendalam. Harapannya, nilai-nilai etika dan moral agama tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar I Nyoman Tirtayasa.
Pihak SMP Negeri 3 Banjarangkan menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif program KARMA tersebut. Program pembinaan ini dinilai menjadi sarana strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai moderasi, toleransi, etika, serta pembentukan karakter positif generasi muda sejak dini.
Tidak hanya berfokus pada penguatan aspek spiritual keagamaan, program KARMA juga menghadirkan pendampingan psikologis spiritual untuk melatih kemampuan pengendalian diri serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa. Melalui arahan dan bimbingan Penyuluh Agama Hindu, para siswa diajak untuk mengenali serta mengelola emosi secara bijak, membangun mentalitas positif, dan siap menghadapi berbagai dinamika serta tantangan kehidupan remaja dengan tangguh.
Sinergi berkelanjutan antara Penyuluh Agama Hindu dan satuan pendidikan ini merupakan wujud nyata implementasi program prioritas Kementerian Agama. Upaya penanaman nilai keagamaan yang aplikatif ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Protas Kemenag RI yang digagas oleh Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, khususnya pada pilar Layanan Keagamaan Berdampak. Melalui kehadiran layanan keagamaan yang menyapa langsung ke lembaga pendidikan, Kemenag berkomitmen mendukung penguatan mental, karakter, dan kehidupan sosial generasi penerus bangsa.