Dharma Widya Tanamkan Nilai Saraswati kepada Siswa Hindu SMAN 1 Komodo

Pembekalan SMA Negeri 1 Komodo

Manggarai Barat (Bimas Hindu) – Mengawali tahun pelajaran 2026/2027, siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mengikuti doa bersama dan pembekalan Dharma Widya yang dipimpin Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menanamkan semangat belajar berlandaskan ajaran Hindu sejak hari pertama memasuki tahun ajaran baru.

Doa bersama berlangsung khidmat sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan tuntunan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh peserta didik diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam menempuh proses pendidikan. Setelah persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan Dharma Widya yang mengangkat makna filosofis atribut Dewi Saraswati sebagai manifestasi ilmu pengetahuan.

Dalam Pembekalan, I Made Sujati menjelaskan bahwa setiap atribut Dewi Saraswati mengandung nilai filosofis yang dapat menjadi pedoman bagi peserta didik dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu.

"Ilmu pengetahuan diraih melalui jalan kesucian yang digambarkan dengan bunga teratai, dipelajari secara berkesinambungan dengan daya konsentrasi yang tak tergoyahkan sebagaimana dilambangkan oleh genitri," ujarnya.

Ia menjelaskan, bunga teratai melambangkan kesucian dalam mencari ilmu, sedangkan genitri menggambarkan ketekunan dan konsistensi dalam proses belajar. Burung merak menjadi simbol kewibawaan yang lahir dari pengetahuan, rebab melambangkan keseimbangan antara ilmu dan seni, sementara keropak dimaknai sebagai pusat ilmu pengetahuan. Keseluruhan simbol tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan kebijaksanaan.

Dalam kesempatan itu, I Made Sujati juga mengutip Bhagawadgita Bab IV Sloka 33 yang menegaskan bahwa yadnya berupa ilmu pengetahuan memiliki nilai yang lebih luhur dibandingkan persembahan materi karena seluruh tindakan yang benar berlandaskan pengetahuan.

"Ilmu pengetahuan itu diperoleh berdasarkan kesucian, digunakan secara bijak, diraih dengan berkesinambungan dan daya konsentrasi, serta mampu menghidupkan rasa seni dalam keseharian. Pada akhirnya, ilmu pengetahuan menjadi yadnya atau persembahan suci bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia," katanya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa memegang teguh prinsip dharma raksati raksitah, yaitu siapa yang melindungi dharma akan memperoleh perlindungan dari dharma. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan moral bagi setiap peserta didik dalam menjalani proses pendidikan, membangun integritas, serta mengamalkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pembekalan Dharma Widya tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi siswa Hindu sejak awal tahun pelajaran. Melalui pemahaman terhadap filosofi Dewi Saraswati dan ajaran Bhagawadgita, peserta didik memperoleh penguatan nilai spiritual sebagai bekal untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk karakter yang berlandaskan dharma, serta menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berkembang.


Berita Daerah LAINNYA