Denpasar (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu publikasi ilmiah dengan menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal Elektronik bagi pengelola jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) se-Indonesia. Kegiatan ini digelar secara hybrid dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola jurnal serta mendorong capaian indeksasi bereputasi internasional seperti Scopus.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetensi pengelola jurnal merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah PTKH. Menurutnya, tata kelola jurnal yang profesional akan memengaruhi mutu karya ilmiah, kredibilitas institusi, hingga peluang bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kita ingin pengelola jurnal di PTKH tidak hanya mampu mengelola secara teknis, tetapi juga memahami standar internasional, strategi indeksasi, dan praktik terbaik dalam publikasi ilmiah,” ujar Prof. Sudarsana.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Ditjen Bimas Hindu dengan Lembaga Sertifikasi Pustaka Ilmiah Elektronik. Kolaborasi tersebut turut menghadirkan narasumber profesional, Andista Candra Yusro dari Relawan Jurnal Indonesia. Ia memberikan pembekalan komprehensif mulai dari tata kelola sistem jurnal elektronik, penyusunan template sesuai standar, tata cara penilaian akreditasi, hingga strategi meningkatkan visibilitas jurnal agar dapat menembus indeksasi internasional.

Pelatihan dilaksanakan melalui dua metode. Pertama, sesi daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) pada 21 s.d 27 November 2025 dengan total 32 Jam Pelajaran (JPL). Pada tahap ini, peserta mengikuti materi melalui modul digital, video pembelajaran, hingga asesmen mandiri. Kedua, sesi tatap muka dilaksanakan pada 1 Desember 2025 di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, dengan beban tambahan 8 JPL. Total beban pelatihan yang harus ditempuh peserta mencapai 40 JPL.
Sebagai bentuk evaluasi akhir, seluruh peserta mengikuti uji kompetensi pada 2 Desember 2025. Uji kompetensi ini menjadi dasar penentuan kelulusan dan memastikan peserta memenuhi standar keterampilan pengelolaan jurnal ilmiah elektronik.
Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta dari berbagai PTKH di Indonesia. Para peserta berasal dari beragam latar belakang pengelolaan jurnal, mulai dari editor, manajer jurnal, hingga staf teknis yang sehari-hari terlibat dalam operasional penerbitan ilmiah.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Ditjen Bimas Hindu berharap pengelola jurnal PTKH mampu meningkatkan profesionalisme dalam tata kelola jurnal ilmiah, memperluas visibilitas publikasi, dan memperkuat daya saing jurnal berbasis agama Hindu di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, penguatan kapasitas ini diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas riset dan kontribusi akademik PTKH ke depannya.
Melalui dukungan pelatihan terstruktur, pendampingan teknis, dan uji kompetensi yang terstandar, Ditjen Bimas Hindu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan ekosistem publikasi ilmiah Hindu Indonesia.