Jakarta (Bimas Hindu) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama terus mematangkan konsep pelaksanaan Kemenag Award Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap insan dan lembaga berprestasi di lingkungan Bimas Hindu. Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Ditjen Bimas Hindu Lantai 14, Thamrin, Jakarta, pada Senin (27/04/2026).
Rapat ini membahas perumusan konsep, mekanisme, serta kategori penghargaan yang akan diusulkan pada tingkat kementerian. Kemenag Award 2026 dirancang untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kinerja, inovasi, dan integritas dalam pelayanan keagamaan Hindu.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, menyampaikan bahwa Kemenag Award 2026 mengusung tema “Harmoni dalam Prestasi, Mengabdi untuk Negeri”. Menurutnya, program ini menjadi sarana untuk memberikan penghargaan kepada individu maupun lembaga yang memiliki kontribusi nyata dalam penguatan layanan keagamaan dan pembangunan umat Hindu.
“Dalam satu hingga dua minggu ke depan, konsep ini ditargetkan sudah final untuk selanjutnya disampaikan pada tingkat kementerian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep penghargaan sementara dibagi dalam dua pilar utama, yakni pilar pendidikan (individu) dan pilar harmoni (kelembagaan). Pada pilar pendidikan, kategori yang diusulkan meliputi penyuluh teladan, guru teladan (guru agama Hindu dan guru widyalaya), dosen teladan, pimpinan perguruan tinggi teladan, serta ASN teladan. Sementara itu, pada pilar harmoni mencakup rumah ibadah paripurna, RBKS produktif, serta pemerintah daerah dan lembaga mitra yang kooperatif.
“Secara keseluruhan terdapat delapan kategori penghargaan yang masih terbuka untuk disempurnakan sesuai kebutuhan dan dukungan anggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa mekanisme seleksi akan dimulai dari tingkat daerah. Setiap provinsi akan mengusulkan kandidat terbaik untuk kemudian diseleksi di tingkat pusat hingga menghasilkan tiga besar nasional sebelum diajukan ke tingkat kementerian.
“Penilaian akan didukung oleh data kinerja, video profil, serta dokumen pendukung lainnya agar proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menegaskan pentingnya pemberian penghargaan sebagai instrumen untuk memotivasi aparatur sipil negara dan para pemangku kepentingan, khususnya di daerah.
“Ke depan, kita perlu memberikan apresiasi yang layak kepada penyuluh, guru, pembimas, maupun lembaga yang menunjukkan kinerja dan dedikasi terbaik, termasuk yang bertugas di wilayah terpencil dan menantang,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kategori penghargaan disusun lebih spesifik dan relevan dengan karakteristik masing-masing bidang, termasuk mempertimbangkan kategori mahasiswa berprestasi, kampus harmonis, serta publikasi kehumasan.
“Penghargaan tidak hanya berupa uang pembinaan, tetapi juga perlu dilengkapi dengan bentuk simbolis seperti medali atau pin emas yang memiliki nilai kebanggaan dan dapat dikenang dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Untuk menjamin kualitas pelaksanaan, Dirjen meminta agar segera dibentuk tim kerja yang meliputi tim verifikasi, tim penilai, dan panitia seleksi nasional, serta penyusunan petunjuk teknis yang komprehensif sebagai acuan pelaksanaan di seluruh daerah.
Rencananya, proses seleksi akan dimulai pada pertengahan tahun 2026 di tingkat daerah dan dilanjutkan ke tingkat nasional, dengan puncak penganugerahan Kemenag Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027.
Kemenag Award 2026 menjadi bagian dari langkah konkret Ditjen Bimas Hindu dalam memperkuat budaya kerja berbasis kinerja dan integritas, sekaligus menegaskan komitmen peningkatan kualitas layanan keagamaan yang profesional dan berkelanjutan.