Jakarta (BIMAS HINDU) – Kementerian Agama Melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyelenggarakan kegiatan doa bersama lintas agama bertajuk “Doa Kebangsaan Lintas Iman” pada Kamis, 4 September 2025, pukul 19.30 WIB yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan yang digelar secara hibrid dan diikuti ribuan umat dari seluruh Indonesia ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Agama RI.
Lebih dari 3.450 umat Hindu dari berbagai daerah turut serta dalam doa bersama ini sebagai wujud permohonan untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Doa kebangsaan secara Hindu dipimpin oleh Direktur Urusan Agama Hindu, Dr. I Gusti Made Sunartha, yang memandu rangkaian doa mulai dari pembacaan mantra suci, praktik pranayama, hingga japa “Om Namah Siwaya” sebanyak 108 kali, serta ditutup dengan mantra penyejuk semesta.
Kegiatan ini juga diikuti secara serentak secara nasional oleh berbagai unsur lintas agama, antara lain Ditjen Bimas Islam, Ditjen Bimas Hindu, Ditjen Bimas Buddha, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, dan Ditjen Bimas Khonghucu. Dari lingkungan Ditjen Bimas Hindu, partisipasi datang dari Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH), para Kabid/Pembimas Hindu, Guru Agama Hindu, Guru Widyalaya, Penyuluh Agama Hindu, ASN Ditjen Bimas Hindu pusat dan daerah, pimpinan lembaga keagamaan Hindu, serta umat Hindu dari berbagai wilayah Nusantara.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga persatuan dan memberikan teladan.
“Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan. Melalui doa, umat beragama dapat memperkuat persaudaraan dan memperkokoh kerukunan. Sesuai arahan Bapak Menteri Agama, doa dan japa menjadi ekspresi kedamaian yang diyakini mampu memulihkan bangsa ini. Mari kita bahu-membahu menjaga kerukunan, memberi suri teladan, dan menebarkan kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Duija menambahkan bahwa praktik japa dan doa adalah sarana spiritual sederhana, namun memiliki kekuatan besar untuk menyatukan energi positif, menyeimbangkan alam semesta, serta memohon perlindungan agar bangsa Indonesia tetap kuat, tangguh, dan harmonis.

Sementara itu, Ketua PHDI Pusat dalam sambutannya mengajak umat Hindu untuk menumbuhkan kesadaran, kesabaran, serta sikap tatwamasi.
“Sebagai umat sedharma, marilah kita tingkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus meneguhkan diri sebagai anak bangsa yang berlandaskan Pancasila. Mari kita amalkan Panca Satya: mendengarkan suara rakyat, menjaga tutur kata dari kebohongan dan fitnah, menepati janji, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta bekerja sebaik mungkin sesuai profesi dan kompetensi kita. Dengan semangat ini, kita berkomitmen untuk Indonesia bersatu, Indonesia bahagia, dan Indonesia abadi,” tegasnya.

Kegiatan “Doa Kebangsaan Lintas Iman” menjadi momentum penting bagi seluruh umat lintas agama untuk memperkuat kerukunan, persatuan, dan persaudaraan demi terwujudnya keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan bangsa Indonesia.