Jakarta (BIMAS HINDU) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI melaksanakan kerja bakti dan persembahyangan bersama di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Gunung Salak, sebagai bagian dari implementasi Program Prioritas Kementerian Agama RI, salah satunya adalah Ekoteologi, Jumat (22/08/2025).

Dalam kegiatan tersebut, ASN Ditjen Bimas Hindu melaksanakan kegiatan bersih-bersih serta pemasangan beberapa saranan untuk kegiatan keagamaan di Pura. Pembagian tugas dilakukan untuk menciptakan kerjasama tim yang baik. Direktorat Pendidikan Hindu melaksanakan pembersihan di Utama Mandala, Direktorat Urusan Agama Hindu di Madya Mandala, sementara Sekretariat Ditjen Bimas Hindu bertugas di wantilan dan dapur. Suasana penuh semangat dan gotong royong tercipta dari seluruh ASN yang terlibat.
Usai kerja bakti, para ASN Ditjen Bimas Hindu yang beragama Hindu melanjutkan kegiatan persembahyangan bersama di Pura Jagatkarta. Setelah persembahyangan, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan arahannya sekaligus memperkenalkan Direktur Pendidikan Hindu yang baru, Prof. Dr. I Ketur Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H.

Dirjen Bimas Hindu menyampaikan harapan beliau dan Menteri Agama agar kehadiran Prof. Sudarsana yang merupakan seorang guru besar, dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kualitas pendidikan Hindu di Indonesia.
Selain itu, Dirjen Bimas Hindu juga memberikan arahan terkait kepemimpinan dan pentingnya memperkuat nilai-nilai pelayanan, integritas, serta kolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
“Kehadiran guru besar di lingkungan Ditjen Bimas Hindu tentu menjadi energi baru dalam membangun kualitas pendidikan Hindu. Mari bersama-sama menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian,” pesan Prof. I Nengah Duija.
Beliau juga menambahkan pesan dari Menteri Agama RI bahwa keharmonisan yang baik tercipta ketika dalam sebuah lingkungan kerja tidak mencari kesalahan rekan kerja, tetapi saling mendukung, saling mengisi, untuk mencapai keharmonisan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi ASN Ditjen Bimas Hindu dalam mendukung program Ekoteologi, sekaligus mempererat kebersamaan melalui bakti sosial dan persembahyangan bersama.