Jakarta (BIMAS HINDU) - Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) yang menetapkan 185 guru besar dalam rumpun ilmu agama. Penyerahan KMA ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, dalam sebuah acara yang berlangsung secara luring dan daring di Kantor Kementerian Agama, Selasa (25/03/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin Amin mengungkapkan harapannya agar dengan amanah baru yang diberikan, para guru besar ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. "Kita berharap dengan amanah baru sebagai profesor ini berkolerasi dengan peningkatan kualitas perguruan tinggi keagamaan kita," ujarnya.
Berdasarkan data, 185 guru besar yang dilantik tersebar di 46 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di seluruh Indonesia. Tiga diantaranya dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Bali, yakni Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag, M.Fil.H; Prof. Dr. Made Sri Purnamawati, S.Ag, MA, M.Erg; dan Prof. Dr. I Ketut Wisarja, S.Ag, M.Hum. Mereka menjadi bagian dari para akademisi yang diharapkan dapat memperkaya dan mengembangkan keilmuan di bidang agama.
Kamaruddin Amin juga menegaskan bahwa para guru besar ini harus menjadi referensi dan rujukan otoritatif di bidang agama bagi bangsa Indonesia. "Bapak Ibu para Profesor, harus menjadi referensi, jadi rujukan otoritatif bidang agama bagi bangsa ini," kata Kamaruddin.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengungkapkan bahwa amanah baru sebagai guru besar diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi perguruan tinggi, tetapi juga bagi perkembangan ilmu agama di Indonesia dan kemajuan bangsa. "Semoga dengan amanah baru ini, kita bisa memberikan yang terbaik. Prodi kita semakin bagus dan berdampak. Secara umum dapat memberikan kemajuan bagi bangsa dan negara," imbuhnya.
Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tiga guru besar baru dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Bali. Menurutnya, pencapaian ini merupakan momentum penting bagi kemajuan pendidikan Hindu di Indonesia. "Kami berharap pencapaian ini dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan Hindu di Indonesia," ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam atas dukungan mereka dalam proses penetapan guru besar ini. Selain itu, Dirjen Bimas Hindu mendorong dosen-dosen muda yang telah memenuhi syarat untuk segera mengusulkan kenaikan jabatan guru besar, agar PTKHN tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi lainya di tanah air.
Dengan penetapan 185 guru besar ini, Kemenag berharap adanya percepatan peningkatan kualitas dan daya saing perguruan tinggi keagamaan. Selain itu, kehadiran para akademisi ini diharapkan mampu berperan aktif dalam membangun masyarakat berbasis ilmu agama yang berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.