Maknai Tumpek Krulut, Dirjen Bimas Hindu Teguhkan Kasih Sayang dalam Piodalan Pura Mandala Dharma Sutra

Maknai Tumpek Krulut, Dirjen Bimas Hindu Teguhkan Kasih Sayang dalam Piodalan Pura Mandala Dharma Sutra

Jakarta (BIMAS HINDU) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama melaksanakan Simakrama yang dirangkaikan dengan Pujawali Pura Mandala Dharma Sutra dan bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Krulut. Kegiatan ini berlangsung di Pura Mandala Dharma Sutra, Lantai 15 Gedung Ditjen Bimas Hindu, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026). Rangkaian Pujawali Pura Mandala Dharma Sutra tersebut dipimpin oleh Jero Mangku Gede I Gusti Made Sunartha, yang pemuput jalannya upacara piodalan dengan khidmat dan penuh makna spiritual.

Kegiatan Simakrama ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija, Direktur Pendidikan I Ketut Sudarsana, Direktur Urusan Agama Hindu Ida Bagus Kt Drana Arimbawa, para pejabat struktural dan fungsional, pegawai Ditjen Bimas Hindu, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Pembimas Hindu Provinsi DKI Jakarta beserta staf dan penyuluh, serta Ketua PSN Pusat. Turut hadir pula Ketua Yayasan Yapindu, Ketua Pasraman Hindu DKI Jakarta, serta anak-anak Pasraman dan Yayasan Yapindu

Dalam sambutannya, Pembimas Hindu Provinsi DKI Jakarta Ni Putu Suparini menyampaikan refleksi Rahinan Tumpek Krulut sebagai momentum menumbuhkan kasih sayang, empati, dan kepedulian terhadap sesama manusia serta alam semesta. Ia menegaskan bahwa Tumpek Krulut merupakan hari kasih sayang dalam ajaran Hindu yang sarat makna spiritual, di mana umat diajak menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Menurutnya, tubuh manusia merupakan miniatur alam semesta, sehingga menjaga keseimbangan alam sejatinya adalah menjaga diri sendiri.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan bahwa peringatan Tumpek Krulut yang bertepatan dengan Pujawali Pura Mandala Dharma Sutra, Purnama Kepitu, serta momentum pasca Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 menjadi awal yang baik bagi perjalanan tugas dan pengabdian di tahun 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Ditjen Bimas Hindu yang selama tahun 2023–2025 berhasil meraih hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanpa temuan.

Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa nilai cinta kasih dalam Tumpek Krulut sejalan dengan program Kementerian Agama, khususnya Kurikulum Cinta dan penguatan ekoteologi. Menurutnya, praktik keagamaan Hindu sejak lama telah mengajarkan nilai-nilai ekoteologi melalui pemanfaatan unsur alam dalam sarana upacara, seperti daun, bunga, buah, dan air, yang mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Ia juga menyampaikan komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan Ditjen Bimas Hindu sebagai bentuk implementasi nyata ekoteologi.

Sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang, pada akhir kegiatan Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyerahkan bingkisan kepada anak-anak Yayasan Yapindu dan Pasraman Hindu. Pemberian bingkisan tersebut menjadi simbol perhatian, dukungan, dan harapan agar generasi muda Hindu tumbuh menjadi insan yang berkarakter, berempati, serta siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Melalui Simakrama, Hari Tumpek Krulut, dan Pujawali Pura Mandala Dharma Sutra ini, Ditjen Bimas Hindu berharap nilai kasih sayang, harmoni, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan dapat terus dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh umat Hindu di Indonesia.

#Bimas Hindu #Tumpek Krulut #Zona Inegritas


Berita Pusat LAINNYA