Penutupan Pesamuhan Agung PHDI 2025, Dirjen Bimas Hindu Tegaskan Sinergi PHDI dan Pemerintah untuk Penguatan RBKS dan Widyalaya Hindu Indonesia

Penutupan Pesamuhan Agung PHDI 2025

Jakarta (BIMAS HINDU) – Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2025 resmi ditutup di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Minggu (19/10/2025). Penutupan kegiatan ini dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau yang lebih dikenal sebagai Ni Luh Puspa.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si, Walikota Jakarta Pusat Arifin, serta Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya.

Pesamuhan Agung yang telah berlangsung sejak Jumat (17/10/2025) ini menjadi momentum penting bagi Parisada dalam merumuskan arah kebijakan dan program strategis menjelang Mahasabha XIII PHDI Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa kegiatan Pesamuhan Agung memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Ia berharap hasil pembahasan selama tiga hari pelaksanaan dapat membawa manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

“Pesamuhan Agung ini untuk kebaikan umat, kebaikan kita bersama. Mudah-mudahan apa yang sudah didiskusikan dan dirumuskan selama tiga hari ini bisa benar-benar merekatkan hubungan kita sebagai sesama umat Hindu,” ujarnya.

Ni Luh Puspa juga menekankan pentingnya memperkuat rasa persaudaraan dan menjaga solidaritas dalam keberagaman. Menurutnya, nilai kebersamaan merupakan kunci membangun keharmonisan sosial yang berlandaskan Dharma. Lebih lanjut, ia mengajak umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pengamalan nilai-nilai dharma.

Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh hasil pembahasan dalam forum Pesamuhan Agung. Menurutnya, forum ini telah melahirkan gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan pembinaan umat Hindu di masa kini dan mendatang.

“Kami mengapresiasi acara Pesamuhan ini, khususnya berbagai topik strategis yang sangat bermanfaat untuk umat. Kami akan turut mengawal hasil Pesamuhan ini agar dapat dibahas pada Mahasabha XIII tahun depan,” ujar Prof. Duija.

Lebih lanjut, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa Ditjen Bimas Hindu telah menyiapkan anggaran penyelenggaraan Mahasabha XIII PHDI pada tahun 2026 sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap program keagamaan nasional umat Hindu.

“Kami sudah menyiapkan penganggaran Pesamuhan dan Mahasabha pada tahun 2026. Mohon doa para Pandita agar anggaran tersebut dapat terwujud sepenuhnya,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. I Nengah Duija juga menyoroti pentingnya penguatan lembaga Rumah Berkah Keluarga Sakinah (RBKS) sebagai inovasi pelayanan keagamaan bagi umat Hindu. Ia menyebutkan bahwa lembaga RBKS akan difungsikan sebagai bentuk KUA-nya umat Hindu yang memberikan layanan bimbingan dan perkawinan berbasis nilai-nilai dharma.

“Lembaga RBKS ke depan akan menjadi KUA-nya Hindu dalam pelayanan perkawinan. Leading sector-nya adalah para penyuluh agama, tetapi kami berharap seluruh lembaga keagamaan, khususnya PHDI, dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya,” jelas Prof. I Nengah Duija.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Hindu juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan Hindu, salah satunya melalui program Widyalaya. Beliau berharap Parisada dan seluruh lembaga keagamaan turut membantu memperluas informasi dan dukungan terhadap pengembangan Widyalaya di tengah umat.

“Kami mohon agar PHDI dapat memberikan dukungan penuh terhadap Widyalaya dengan memperluas sosialisasi dan informasi kepada umat. Ini bagian dari upaya bersama membangun sumber daya manusia Hindu yang unggul,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pesamuhan Agung, Ir. Wayan Gigin Samudera, menjelaskan bahwa kegiatan selama tiga hari membahas 14 topik strategis yang dibagi ke dalam lima komisi. Ia menilai, Pesamuhan Agung 2025 menjadi momen krusial menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat.

“Tahun ini Pesamuhan Agung menjadi sangat penting, apalagi di akhir masa kepengurusan Bapak Wisnu Bawa Tenaya. Kami bahkan menambah dua komisi karena banyaknya topik strategis yang perlu dibahas,” jelas Gigin.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya menegaskan bahwa Pesamuhan Agung merupakan forum penting dalam merancang arah kebijakan pembinaan umat Hindu di Indonesia.

“Pesamuhan Agung ini telah membuat rancang bangun kehidupan umat dengan membahas 14 topik strategis. Forum ini juga menjadi ruang refleksi agar umat makin kompak dan harmonis,” ujarnya.

Pesamuhan Agung PHDI 2025 menjadi Pesamuhan terakhir di bawah kepemimpinan Wisnu Bawa Tenaya yang akan berakhir pada tahun 2026. Dalam suasana penuh kekeluargaan, panitia dan peserta menyepakati penunjukan Letjen TNI I Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Mahasabha XIII dan Ir. Wayan Gigin Samudera sebagai Wakil Ketua.

Sementara itu, Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan bahwa persiapan Mahasabha XIII 2026 terus dimatangkan dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui Ditjen Bimas Hindu.

“Pak Dirjen dan Ketua Parisada kompak, karena tahun depan Mahasabha dan Dharmasanti harus berjalan baik,” ujarnya.

Pesamuhan Agung PHDI 2025 yang mengangkat tema “Meneguhkan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang Adil, Beradab, dan Inklusif” diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan Mahasabha XIII mendatang serta arah pembinaan umat Hindu menuju Indonesia yang maju dan berkeadaban.
 


Berita Pusat LAINNYA